Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Munādiyan: Penyeru atau juru dakwah yang menyeru kepada keimanan, yaitu Nabi Muhammad ﷺ.
- Kaffir 'annā sayyi'ātinā: Hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, tutuplah aib-aib kami, dan janganlah Engkau menghukum kami karenanya.
- Al-Abrār: Orang-orang yang saleh, taat kepada Allah, dan berbuat kebaikan dengan ikhlas.
Tafsir Ayat:
Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar suara seorang penyeru yang agung—yaitu Nabi Muhammad ﷺ—yang menyeru manusia menuju keimanan. Beliau berseru dengan penuh kasih: "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu, kepada keesaan-Nya, kepada risalah-Nya, dan kepada seluruh ajaran yang dibawanya." Maka kami pun menyambut seruan itu dengan hati yang terbuka, kami membenarkan risalahnya, dan kami beriman kepada-Mu wahai Rabb kami.
Setelah keimanan itu tertanam dalam hati, kami pun memohon dengan penuh harap dan rendah diri: "Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami yang telah kami lakukan, tutupilah keburukan-keburukan kami sehingga tidak mempermalukan kami di hari kiamat, dan janganlah Engkau menghukum kami atas kesalahan-kesalahan yang telah kami perbuat. Dan wafatkanlah kami dalam keadaan bersama hamba-hamba-Mu yang saleh—golongkanlah kami dengan para nabi, para shiddiqin, dan orang-orang yang berbuat kebaikan."
Inilah doa yang diajarkan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang berakal sehat—mereka yang merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi, lalu hati mereka tunduk dan lisan mereka berdoa dengan doa yang penuh makna ini.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah keindahan doa ini! Orang-orang yang beriman kepada Allah tidak hanya berhenti pada pengakuan lisan, tetapi mereka mengiringinya dengan permohonan ampunan dan harapan untuk bersama orang-orang saleh. Ini mengajarkan kita bahwa iman itu harus dibuktikan dengan amal, dan amal itu harus disertai dengan rasa takut akan dosa serta harapan akan rahmat Allah.
Marilah kita jadikan doa ini sebagai dzikir dan permohonan kita sehari-hari. Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain ketika kita dipanggil oleh Allah bersama hamba-hamba-Nya yang saleh di akhirat kelak. Maka perbanyaklah istighfar, perbaikilah amal, dan dekatkanlah diri kepada Allah agar kita termasuk dalam golongan al-abrār yang disebut dalam ayat ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menutupi aib-aib kita, dan mewafatkan kita dalam keadaan beriman dan bersama orang-orang saleh. Aamiin.
📜 Ayat 191-195 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 193
Surat Ali Imran Ayat 193 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada…Surat Ayat 193/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 191–195. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








