Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ẓāhirān (ظَاهِرًا): Yang tampak, lahiriah, atau yang terlihat oleh mata dan panca indera.
- Al-Ḥayāh ad-Dunyā (الْحَيَاةِ الدُّنْيَا): Kehidupan dunia yang fana dan sementara ini.
- Ghāfilūn (غَافِلُونَ): Orang-orang yang lalai, lengah, dan tidak memikirkan.
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ mengabarkan bahwa kebanyakan manusia — khususnya orang-orang kafir — hanya mengetahui perkara-perkara lahiriah dari kehidupan dunia. Mereka pandai dalam urusan mencari penghidupan, membangun peradaban, menguasai teknologi, dan menikmati keindahan dunia yang tampak. Namun sayangnya, pengetahuan mereka itu tidak melampaui batas-batas dunia yang fana ini.
Mereka tidak mengetahui hakikat iman, tidak memahami syariat Allah, dan tidak merenungkan tujuan penciptaan mereka. Bahkan yang lebih menyedihkan, mereka lalai terhadap kehidupan akhirat — kehidupan yang kekal dan abadi, tempat segala amal akan dihisab dan dibalas. Mereka sibuk dengan yang sementara dan melupakan yang kekal; mereka sibuk dengan yang fana dan melupakan yang baqa'.
Padahal, kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal. Orang yang hanya sibuk dengan dunia dan melupakan akhirat bagaikan orang yang membangun istana di atas ombak — ia akan tenggelam bersama gelombang. Sebaliknya, orang yang mempersiapkan bekal untuk akhirat, dialah yang sesungguhnya cerdas dan beruntung.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku, ayat ini mengajak kita untuk merenung sejenak: sudahkah kita termasuk orang-orang yang hanya pandai mengurus dunia tetapi lalai akan akhirat? Ataukah kita termasuk hamba-hamba yang cerdas — yang menjadikan dunia sebagai ladang untuk menuai hasil di akhirat?
Rasulullah ﷺ bersabda: *"Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya sendiri dan beramal untuk kehidupan setelah kematian."* (HR. Tirmidzi)
Maka, marilah kita seimbangkan antara urusan dunia dan akhirat. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh untuk kehidupan dunia, tetapi jangan sekali-kali melupakan akhirat. Jadikan setiap langkah kita di dunia ini sebagai bekal menuju kampung akhirat yang kekal. Karena sesungguhnya, dunia ini hanyalah tempat singgah, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Sungguh beruntung orang yang mempersiapkan dirinya dengan iman dan amal saleh, dan sungguh merugi orang yang tertipu oleh gemerlap dunia yang menyesatkan.
📜 Ayat 5-9 — Ar-Rum
Terjemah — Ar-Rum 7
Surat Ar-Rum Ayat 7 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang…Surat Ayat 7/60 — Ar-Rum الروم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rum Dengarkan, Ar-Rum Terjemah, Ar-Rum mp3, Ar-Rum pdf. Ayat 5–9. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








