Terjemah — Tafsir
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنفُسِهِم ۗ مَّا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ
Makna Kata-Kata Penting:
- *أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا*: Apakah mereka tidak merenungkan dan menghayati?
- *فِي أَنفُسِهِمْ*: pada diri mereka sendiri, tentang bagaimana mereka diciptakan.
- *بِالْحَقِّ*: dengan kebenaran, bukan dengan sia-sia atau main-main.
- *وَأَجَلٍ مُّسَمًّى*: dan sampai batas waktu yang telah ditentukan, yaitu hari kiamat.
- *لَكَافِرُونَ*: benar-benar mengingkari dan mendustakan.
Tafsir Ayat:
Allah Ta'ala mengajak manusia untuk merenung dan berpikir dengan mendalam tentang diri mereka sendiri. Tidakkah mereka memperhatikan bagaimana mereka diciptakan dari tiada menjadi ada, bagaimana tubuh mereka disusun dengan begitu sempurna, bagaimana jantung berdetak tanpa henti, dan bagaimana akal mampu berpikir? Semua itu adalah bukti nyata akan kebesaran Sang Pencipta.
Allah menjelaskan bahwa Dia tidak menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dengan sia-sia atau tanpa tujuan. Semua diciptakan dengan penuh hikmah dan kebenaran, sebagai bukti keesaan dan kekuasaan-Nya. Alam semesta ini bukanlah permainan belaka, melainkan ada maksud agung di baliknya, yaitu untuk menegakkan keadilan, memberi balasan atas amal perbuatan, dan menunjukkan kebesaran Penciptanya.
Dan Allah juga menetapkan bagi alam semesta ini batas waktu yang telah ditentukan, yaitu hari kiamat. Pada saat itu, seluruh alam akan berakhir dan manusia akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan Rabb-nya.
Namun demikian, banyak manusia yang mengingkari pertemuan dengan Rabb-nya pada hari kebangkitan. Mereka mengingkari hari pembalasan, lalai dari kehidupan akhirat, dan mengira bahwa kehidupan dunia ini kekal selamanya. Mereka tidak mempersiapkan diri dengan amal saleh untuk menghadapi hari yang agung itu.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, marilah kita senantiasa merenungkan diri kita sendiri. Setiap kali kita melihat langit yang terbentang luas, bumi yang kita pijak, atau bahkan tubuh kita sendiri yang begitu sempurna, ingatlah bahwa semua ini adalah bukti cinta dan kekuasaan Allah kepada kita. Allah tidak menciptakan semua ini dengan sia-sia, melainkan agar kita mengenal-Nya, beribadah kepada-Nya, dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan-Nya.
Janganlah kita termasuk golongan yang mengingkari pertemuan dengan Rabb kita. Karena hari itu pasti datang, dan setiap jiwa akan menuai apa yang telah ia tanam di dunia. Mari kita jadikan kehidupan ini sebagai ladang amal, agar kelak kita berjumpa dengan Allah dalam keadaan tenang dan bahagia, mendapatkan ridha dan surga-Nya yang penuh kenikmatan abadi.
📜 Ayat 6-10 — Ar-Rum
Terjemah — Ar-Rum 8
Surat Ar-Rum Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah…Surat Ayat 8/60 — Ar-Rum الروم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rum Dengarkan, Ar-Rum Terjemah, Ar-Rum mp3, Ar-Rum pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








