Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَشِحَّةً (asyihhattan): Orang-orang yang sangat kikir dan bakhil.
- سَلَقُوكُمْ (salaquukum): Menyakiti kalian dengan perkataan yang tajam dan menyakitkan.
- حِدَادٍ (hidad): Tajam dan pedas (lisan yang melukai).
- أَحْبَطَ (ahbatha): Menghapus dan membatalkan pahala.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, ketahuilah bahwa di antara manusia ada golongan munafik yang memiliki sifat-sifat tercela yang Allah Subhanahu wa Ta'ala jelaskan dalam ayat ini agar kalian waspada dan tidak tertipu oleh penampilan lahiriah mereka.
Mereka itu adalah orang-orang yang sangat kikir terhadap kalian—kikir dengan harta, jiwa, tenaga, dan kasih sayang. Mereka tidak rela berkorban sedikit pun untuk kepentingan agama dan perjuangan kalian. Hati mereka dipenuhi kedengkian dan kebencian, namun mereka sembunyikan di balik topeng kepalsuan.
Ketika datang ketakutan dan peperangan berkecamuk, engkau akan melihat mereka memandang kepadamu dengan mata yang berputar-putar karena sangat ketakutan dan hilang akal, seperti orang yang sedang menghadapi sakaratul maut. Pucat pasi, pandangan kosong, dan tubuh gemetar—itulah gambaran kepengecutan mereka. Mereka takut mati, takut kehilangan nyawa yang mereka cintai melebihi segalanya.
Namun betapa berbedanya keadaan mereka! Ketika rasa takut telah hilang dan peperangan usai, mereka berbalik menjadi pemberani di hadapan kalian. Mereka menyakiti kalian dengan lisan-lisan yang tajam—banyak bicara, mengklaim jasa, dan menuntut bagian. Mereka menjadi kikir terhadap kebaikan, terutama ketika harta rampasan perang dibagikan. Mereka berebut dan merasa paling berhak, padahal saat bahaya mereka adalah orang-orang yang paling lari ketakutan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala kemudian menegaskan hakikat mereka: "Mereka itulah orang-orang yang tidak beriman"—keimanan mereka hanyalah di lisan, tidak meresap ke dalam hati. Oleh karena itu, Allah menghapus pahala amal-amal mereka, karena amal yang lahir dari kemunafikan dan tanpa keikhlasan tidak akan bernilai di sisi Allah. Dan menghapus amal-amal mereka itu adalah perkara yang sangat mudah bagi Allah, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku seislam, ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa ikhlas dalam beramal dan berjuang di jalan Allah. Janganlah kita menjadi seperti orang-orang munafik yang hanya berani saat aman dan lari saat bahaya. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang jujur, berani, dan tulus dalam berkorban demi agama-Nya.
Ketahuilah bahwa keikhlasan adalah kunci diterimanya amal. Sebanyak apa pun amal yang kita lakukan, jika hati tidak ikhlas karena Allah, maka ia akan sia-sia belaka. Sebaliknya, amal yang sedikit namun ikhlas akan dilipatgandakan oleh Allah menjadi amal yang besar dan bernilai di sisi-Nya.
Marilah kita perbaiki hati kita, jadikan keimanan sebagai pondasi yang kokoh, dan jadilah hamba-hamba yang dicintai Allah karena kejujuran, keberanian, dan ketulusan kita dalam berjuang di jalan-Nya. Sungguh, Allah Maha Melihat segala isi hati dan Maha Membalas setiap amal perbuatan.
📜 Ayat 17-21 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 19
Surat Al-Ahzab Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka…Surat Ayat 19/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








