Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ad'ūhum: Panggilah mereka.
- Li ābā'ihim: (Nisbahkan) kepada bapak-bapak kandung mereka.
- Aqsaṭu: Lebih adil dan lebih lurus.
- Mawālīkum: Budak-budak yang telah dimerdekakan atau sekutu-sekutu kalian.
- Junāḥ: Dosa atau kesalahan yang menyebabkan siksa.
- Akhta'tum: Kekeliruan yang tidak disengaja (karena lupa atau salah ucap).
- Ta'ammadat qulūbukum: Disengaja oleh hati kalian (dengan niat dan kesadaran).
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, panggillah anak-anak angkat kalian dengan menisbahkan mereka kepada bapak kandung mereka masing-masing. Inilah yang paling adil dan paling lurus di sisi Allah, karena nasab adalah hakikat yang tidak boleh diganti atau dipalsukan. Jika kalian tidak mengetahui siapa bapak kandung mereka, maka anggaplah mereka sebagai saudara kalian seagama dan sebagai budak-budak yang telah dimerdekakan atau sekutu-sekutu kalian dalam ikatan keislaman. Panggillah mereka dengan panggilan "wahai saudaraku" atau "wahai anak saudaraku", bukan dengan panggilan "wahai anakku" yang mengangkat derajat mereka sebagai anak kandung.
Allah tidak menjadikan dosa atas kalian jika kalian keliru atau lupa dalam memanggil mereka dengan sebutan yang salah, karena hal itu terjadi di luar kesengajaan. Akan tetapi, Allah akan menghisab kalian jika hati kalian memang sengaja bermaksud demikian, yaitu dengan sengaja menisbahkan seseorang kepada selain bapak kandungnya padahal kalian mengetahui kebenarannya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan kembali kepada kebenaran.
Pesan Dakwah:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita betapa Islam sangat menjaga kejujuran dan keadilan dalam segala hal, bahkan dalam urusan nasab sekalipun. Islam tidak membiarkan kebatilan tumbuh meskipun dibungkus dengan kemuliaan lahiriah. Allah mengajarkan kita untuk selalu berkata benar dan tidak memalsukan identitas, karena keadilan di sisi Allah lebih utama daripada sekadar menjaga perasaan atau status sosial.
Saudaraku, betapa indahnya ajaran Islam yang penuh kasih sayang ini. Allah tidak membebani kita dengan dosa ketika kita keliru tanpa sengaja, namun Dia juga mengingatkan agar hati kita selalu bersih dari niat buruk. Ini adalah bukti bahwa Allah Maha Mengetahui isi hati dan Maha Menerima taubat hamba-Nya. Maka jagalah lisan kita, jujurlah dalam setiap perkataan, dan jangan pernah ragu untuk kembali kepada kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus.
📜 Ayat 3-7 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 5
Surat Al-Ahzab Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka;…Surat Ayat 5/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








