Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Żarūnī: Biarkanlah aku, tinggalkanlah aku.
- Aqtula Mūsā: Aku akan membunuh Musa.
- Yubaddila dīnakum: Mengganti atau mengubah agama kalian.
- Yuzhira fī al-arḍi al-fasād: Menimbulkan kerusakan di muka bumi.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Fir'aun yang penuh kesombongan dan keangkuhan. Fir'aun berkata kepada para pembesar dan pemuka kaumnya: "Biarkanlah aku membunuh Musa!" Ia meminta mereka untuk tidak menghalanginya lagi, karena sebelumnya mereka telah mencegahnya dari tindakan membunuh Nabi Musa 'alaihissalam. Fir'aun berkata dengan nada menantang: "Dan biarlah dia memanggil Tuhannya yang dia klaim telah mengutusnya untuk menyelamatkannya dari aku!" Ini adalah bentuk pelecehan dan penistaan terhadap kekuasaan Allah, seolah-olah Fir'aun tidak takut sedikit pun kepada Tuhan yang disembah oleh Musa.
Kemudian Fir'aun mengemukakan alasan-alasan yang tampak logis di mata pengikutnya, padahal hakikatnya adalah kebatilan. Ia berkata: "Sesungguhnya aku khawatir dia akan mengubah agama kalian yang kalian anut sekarang, atau dia akan menimbulkan kerusakan di muka bumi." Fir'aun menuduh Nabi Musa akan merusak agama dan tatanan kehidupan mereka, padahal justru Fir'aun sendiri yang selama ini berbuat zalim dan merusak. Ia menampakkan diri sebagai pelindung agama dan bangsa, padahal hatinya dipenuhi kebencian dan ketakutan kehilangan kekuasaan.
Ayat ini menunjukkan betapa liciknya tipu daya Fir'aun. Ia menggunakan dalih agama dan keamanan negeri untuk membenarkan pembunuhan seorang nabi yang mulia. Padahal, Nabi Musa tidak mengajak kecuali kepada tauhid dan kebaikan. Namun Fir'aun yang hatinya telah tertutup oleh kesombongan dan kecintaan pada kekuasaan, melihat kebenaran sebagai ancaman.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita beberapa hal yang sangat berharga:
- Kebenaran akan selalu menghadapi tantangan dari para penguasa zalim. Namun jangan pernah takut, karena Allah senantiasa bersama orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. Fir'aun dengan segala kekuasaannya tidak mampu membunuh Musa tanpa izin Allah, dan akhirnya Fir'aun sendiri yang tenggelam di lautan.
- Jangan tertipu oleh retorika yang indah dari orang-orang yang zalim. Fir'aun berbicara tentang "melindungi agama" dan "mencegah kerusakan", padahal tujuannya hanyalah mempertahankan kekuasaan dan kesombongannya. Maka waspadalah terhadap siapa pun yang menggunakan nama agama untuk kepentingan pribadi dan kekuasaan.
- Keyakinan seorang mukmin kepada Allah adalah benteng yang tidak bisa ditembus. Nabi Musa 'alaihissalam tetap tenang meskipun Fir'aun mengancam akan membunuhnya, karena ia yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung. Allah berfirman dalam ayat lain: "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu adalah orang yang lebih tinggi (menang)." (QS. Thaha: 68)
- Kekuasaan dan harta yang dimiliki oleh orang-orang zalim hanyalah sementara. Allah menunda azab mereka untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya mereka akan merasakan akibat dari kezaliman mereka. Fir'aun yang berkata "Biarkanlah aku membunuh Musa" pada akhirnya justru dirinya yang binasa, sementara Musa dan pengikutnya diselamatkan oleh Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang teguh dalam kebenaran, tidak gentar menghadapi ancaman para penzalim, dan senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap keadaan. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 24-28 — Gafir
Terjemah — Gafir 26
Surat Gafir Ayat 26 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan…Surat Ayat 26/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 24–28. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








