Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- قَيَّضْنَا: Kami sediakan dan tugaskan.
- قُرَنَاءَ: Teman-teman yang selalu menyertai, yaitu setan-setan dari kalangan jin dan manusia.
- مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ: Urusan dunia dan perbuatan-perbuatan mereka yang telah lalu.
- وَمَا خَلْفَهُمْ: Urusan akhirat dan apa yang akan mereka hadapi setelah mati.
- حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ: Telah pasti dan wajib atas mereka keputusan azab.
- خَاسِرِينَ: Orang-orang yang merugi, yakni kehilangan diri sendiri dan keluarga mereka di akhirat.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa Dia telah menugaskan dan menyediakan bagi orang-orang zalim yang mengingkari kebenaran itu teman-teman dekat yang selalu menyertai mereka, yaitu setan-setan dari kalangan jin dan manusia. Teman-teman itu menjadikan segala perbuatan buruk mereka di dunia tampak indah dan menarik, sehingga mereka betah dan terus tenggelam dalam kemaksiatan. Lebih parah lagi, setan-setan itu turut memperindah urusan akhirat di hadapan mereka dengan menanamkan keraguan dan mengajak mereka mendustakan hari kebangkitan serta hari pembalasan. Akibatnya, mereka lalai dari mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.
Maka dengan keadaan yang demikian, keputusan azab dari Allah menjadi pasti dan wajib menimpa mereka, sebagaimana telah menimpa umat-umat terdahulu yang kafir dari kalangan jin dan manusia. Sungguh, mereka semua benar-benar termasuk golongan yang merugi, karena mereka telah kehilangan diri mereka sendiri dan keluarga mereka pada hari kiamat, dan mereka kekal di dalam neraka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengingatkan kita betapa bahayanya teman yang buruk. Setan tidak datang sendirian, tetapi ia mendatangkan "kawan-kawannya" untuk memperindah keburukan di mata kita, baik keburukan yang tampak di dunia maupun yang berkaitan dengan keyakinan kita terhadap akhirat. Maka berhati-hatilah dalam memilih teman dan lingkungan, karena teman yang saleh akan mengingatkan kita kepada Allah dan akhirat, sedangkan teman yang buruk akan menjerumuskan kita ke dalam kerugian yang nyata.
Namun kabar gembiranya, Allah Maha Penyayang. Selama kita masih hidup dan belum datang ajal, pintu taubat masih terbuka lebar. Jangan biarkan diri kita terus diperdaya oleh setan dan hawa nafsu. Segera kembali kepada Allah, perbaiki shalat, perbanyak dzikir, dan dekatilah majelis ilmu serta orang-orang saleh. Karena sesungguhnya kebahagiaan sejati bukan terletak pada kenikmatan dunia yang semu, melainkan pada keselamatan kita di akhirat kelak. Semoga Allah melindungi kita dari menjadi golongan yang merugi dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung. Aamiin.
📜 Ayat 23-27 — Fussilat
Terjemah — Fussilat 25
Surat Fussilat Ayat 25 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang…Surat Ayat 25/54 — Fussilat فصلت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fussilat Dengarkan, Fussilat Terjemah, Fussilat mp3, Fussilat pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








