Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ahlul Injil: Pengikut Nabi Isa 'alaihis salam, yaitu umat Nasrani.
- Fasik: Keluar dari ketaatan kepada Allah, meninggalkan kebenaran, dan condong kepada kebatilan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan para pengikut Nabi Isa 'alaihis salam—yaitu umat Nasrani—agar beriman dan berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan di dalam Kitab Injil. Mereka diperintahkan untuk menjalankan syariat yang dibawa oleh Nabi Isa selama masa berlakunya, yaitu sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa mengandung cahaya petunjuk, hukum-hukum yang adil, serta kabar gembira tentang kedatangan Rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Ayat ini juga menegaskan bahwa syariat Nabi Isa 'alaihis salam adalah syariat yang mandiri dan berlaku bagi umatnya pada zamannya, dan setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, maka seluruh umat manusia—termasuk Ahli Kitab—wajib mengikuti syariat beliau yang sempurna dan menjadi penutup seluruh syariat sebelumnya.
Kemudian Allah mengancam dengan ancaman yang tegas: "Barang siapa yang tidak memutuskan perkara dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." Yakni, mereka adalah orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah, meninggalkan kebenaran yang telah diwahyukan, dan condong kepada kebatilan serta hawa nafsu. Kefasikan ini merupakan sifat tercela yang menunjukkan jauhnya seseorang dari rahmat Allah.
Pesan Dakwah dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa agungnya kedudukan hukum Allah dalam kehidupan manusia. Allah yang Maha Mencipta dan Maha Mengetahui segala sesuatu pasti mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Ketika kita berhukum kepada syariat Allah, sesungguhnya kita sedang menjaga kemaslahatan diri kita sendiri, baik di dunia maupun di akhirat.
Hukum Allah bukanlah sekadar aturan yang membatasi, melainkan rahmat yang melindungi. Di dalamnya terdapat keadilan yang hakiki, ketenteraman jiwa, dan kebahagiaan yang sejati. Maka, marilah kita senantiasa menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan kita—dalam ibadah, muamalah, keluarga, hingga bermasyarakat. Dengan demikian, kita akan termasuk golongan orang-orang yang beruntung dan dijauhkan dari sifat kefasikan yang tercela.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing kita untuk berpegang teguh kepada agama-Nya yang lurus dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang taat dan bertakwa. Aamiin.
📜 Ayat 45-49 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 47
Surat Al-Maidah Ayat 47 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang…Surat Ayat 47/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 45–49. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








