Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ: Warisan langit dan bumi, yaitu bahwa Allah ﷻ adalah Pemilik segala sesuatu dan Dialah yang mewarisi seluruh isi langit dan bumi setelah makhluk-makhluknya binasa.
- الْفَتْحِ: Yang dimaksud di sini adalah Fathu Makkah (pembebasan kota Mekkah) yang terjadi pada tahun 8 Hijriah, yang menjadi tonggak kemenangan besar bagi umat Islam.
- الْحُسْنَى: Kebaikan yang paling utama, yaitu surga dan pahala yang berlimpah dari Allah ﷻ.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, apa gerangan yang menghalangi kalian untuk berinfak di jalan Allah? Sungguh tidak ada alasan bagi kalian untuk menahan harta, karena pada hakikatnya seluruh harta yang kalian miliki hanyalah titipan. Allah ﷻ lah Pemilik segala sesuatu, dan kepada-Nya lah seluruh warisan langit dan bumi akan kembali. Ketika ajal menjemput, kalian tidak akan membawa serta harta benda itu, melainkan hanya amal kebaikan yang kalian persembahkan di jalan-Nya.
Allah ﷻ kemudian menjelaskan tentang keutamaan berinfak dan berjihad sebelum Fathu Makkah. Mereka yang berinfak dan berperang di jalan Allah sebelum pembebasan Mekkah—ketika jumlah kaum muslimin masih sedikit, kekuatan mereka masih lemah, dan tantangan yang dihadapi sangat berat—memiliki derajat yang jauh lebih tinggi di sisi Allah dibandingkan mereka yang berinfak dan berperang setelah kemenangan tersebut. Hal ini karena pengorbanan mereka di masa-masa sulit menunjukkan keikhlasan dan kecintaan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya, tanpa didorong oleh faktor kemenangan yang sudah tampak.
Meskipun demikian, Allah ﷻ dengan rahmat dan keadilan-Nya menjanjikan surga kepada kedua golongan tersebut. Setiap orang yang berinfak dan berjihad dengan ikhlas, baik sebelum maupun sesudah Fathu Makkah, akan mendapatkan ganjaran yang mulia dari Allah ﷻ. Namun, tentu saja derajat mereka berbeda sesuai dengan tingkat pengorbanan dan keikhlasan masing-masing.
Allah ﷻ Maha Mengetahui segala amal perbuatan kalian, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, dan Dia akan memberikan balasan yang setimpal kepada setiap hamba-Nya sesuai dengan amalnya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah ﷻ tidak pernah membutuhkan harta kita, karena Dialah Pemilik segala sesuatu. Justru kitalah yang membutuhkan pahala dan rahmat-Nya. Maka janganlah kita menunda-nunda kebaikan, karena setiap momen yang kita lewati adalah kesempatan berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Semakin berat pengorbanan kita di jalan-Nya, semakin besar pula ganjaran yang menanti. Dan ingatlah, Allah ﷻ Maha Melihat setiap tetes keringat dan setiap rupiah yang kita keluarkan dengan ikhlas. Maka bersegeralah berinfak dan beramal saleh, karena hari esok mungkin tidak akan pernah tiba untuk kita. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang gemar berinfak dan berjuang di jalan-Nya dengan penuh keikhlasan. Aamiin.
📜 Ayat 8-12 — Al-Hadid
Terjemah — Al-Hadid 10
Surat Al-Hadid Ayat 10 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah,…Surat Ayat 10/29 — Al-Hadid الحديد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hadid Dengarkan, Al-Hadid Terjemah, Al-Hadid mp3, Al-Hadid pdf. Ayat 8–12. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








