Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَأْسَوْا: bersedih hati atau berduka.
- فَاتَكُمْ: yang luput dari kalian atau yang tidak kalian dapatkan.
- آتَاكُمْ: yang diberikan Allah kepada kalian.
- مُخْتَالٍ: orang yang sombong dan angkuh karena merasa dirinya hebat.
- فَخُورٍ: orang yang membanggakan diri dan menyombongkan nikmat yang dimilikinya di hadapan orang lain.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba-hamba Allah yang beriman, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan kepada kita bahwa segala ketetapan-Nya—baik yang berupa musibah maupun kenikmatan—memiliki hikmah yang agung. Salah satu tujuannya adalah agar hati kita tidak terikat berlebihan pada urusan dunia. Allah mengajarkan kita keseimbangan jiwa: janganlah kalian bersedih secara berlebihan atas apa yang luput dari kalian, karena semua itu sudah menjadi takdir yang tidak mungkin dihindari. Dan janganlah pula kalian bergembira dengan sombong dan angkuh atas nikmat yang Allah berikan kepada kalian, karena nikmat itu hanyalah titipan yang bisa saja dicabut kapan saja.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dengan apa yang ia miliki, dan membanggakan diri di hadapan manusia. Orang yang demikian itu hatinya dipenuhi kesombongan, merasa dirinya lebih baik dari orang lain, dan lupa bahwa semua yang ia miliki hanyalah karunia Allah semata. Sifat inilah yang menjauhkan seseorang dari rahmat Allah dan membuatnya tidak disukai oleh sesama manusia.
Ketahuilah bahwa orang-orang yang memiliki sifat sombong dan membanggakan diri ini biasanya juga enggan berbagi, mereka bakhil dengan hartanya dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah. Bahkan mereka berani memerintahkan orang lain untuk berlaku bakhil pula. Barangsiapa yang berpaling dari ketaatan kepada Allah, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun, karena Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya. Justru yang rugi adalah dirinya sendiri. Allah adalah zat yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji, segala perbuatan-Nya indah dan sempurna, serta berhak untuk selalu dipuji dan disyukuri.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku seiman, ayat ini adalah obat penenang bagi hati yang gelisah. Betapa banyak di antara kita yang bersedih berkepanjangan ketika kehilangan harta, jabatan, atau orang yang dicintai. Padahal, semua itu adalah ketetapan Allah yang pasti terjadi. Sebaliknya, betapa banyak pula yang lupa diri ketika mendapat nikmat, berjalan dengan angkuh dan memandang rendah orang lain. Padahal nikmat itu ujian, bukan penghargaan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup. Belajarlah untuk ridha dengan ketentuan Allah, karena di balik setiap kejadian pasti ada hikmah yang indah. Dan ketika Allah memberi nikmat, jadikanlah itu sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya, bersyukur dengan lisan, hati, dan perbuatan, serta berbagi dengan sesama. Dengan begitu, hati kita akan tenang, hidup kita akan bahagia, dan kita akan menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang seimbang dalam menyikapi dunia, tidak larut dalam kesedihan, dan tidak sombong dalam kesenangan. Aamiin.
📜 Ayat 21-25 — Al-Hadid
Terjemah — Al-Hadid 23
Surat Al-Hadid Ayat 23 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita…Surat Ayat 23/29 — Al-Hadid الحديد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hadid Dengarkan, Al-Hadid Terjemah, Al-Hadid mp3, Al-Hadid pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








