Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- جَمِيعًا (jami'an): secara bersama-sama atau serentak.
- قُرًى مُحَصَّنَةٍ (qura muhashshanah): perkampungan atau kota-kota yang dibentengi dengan tembok, parit, dan bangunan pertahanan yang kokoh.
- جُدُرٍ (judur): bentuk jamak dari *jidad*, artinya dinding-dinding atau tembok-tembok.
- بَأْسُهُم (ba'suhum): kekuatan perang atau keganasan mereka.
- شَتَّى (shatta): berpecah-belah, bercerai-berai, dan saling bertentangan.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, Allah mengungkapkan kepada kita hakikat kelemahan musuh-musuh Islam dari kalangan Yahudi dan orang-orang munafik. Mereka tidak akan pernah berani menghadapi kalian dalam peperangan secara terbuka dan bersama-sama, kecuali jika mereka berada di dalam benteng-benteng yang kokoh dan kota-kota yang terlindungi oleh tembok serta parit, atau mereka berperang dari balik dinding-dinding penghalang. Ini menunjukkan betapa pengecut dan lemahnya mereka di hadapan kekuatan iman kalian.
Namun anehnya, di antara sesama mereka sendiri, keganasan dan permusuhan itu sangat dahsyat. Mereka saling membenci, saling menjegal, dan saling menghancurkan satu sama lain. Jika engkau melihat mereka, wahai Nabi, engkau mengira mereka bersatu padu dan kompak dalam satu barisan, padahal sebenarnya hati mereka bercerai-berai dan saling bertentangan. Persatuan mereka hanyalah persatuan yang semu dan menipu, karena tidak dilandasi keikhlasan dan kebenaran.
Semua itu terjadi karena mereka adalah kaum yang tidak menggunakan akal sehatnya untuk merenungkan ayat-ayat Allah dan memahami petunjuk-Nya. Seandainya mereka berakal, niscaya mereka akan mengetahui kebenaran dan mengikutinya, serta bersatu di atasnya. Namun karena mereka menolak akal sehat dan petunjuk ilahi, maka kehinaan dan perpecahan menjadi bagian mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada banyaknya jumlah atau kokohnya benteng, melainkan pada keimanan yang menyatukan hati dan ketaatan kepada Allah. Ketika hati bersatu di atas kebenaran, maka Allah akan menanamkan rasa takut di hati musuh-musuh-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam ayat lain: *"Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka"* (QS. Al-Hasyr: 2).
Perhatikanlah bagaimana Allah menggambarkan kondisi orang-orang yang jauh dari petunjuk-Nya: mereka mungkin terlihat kuat dari luar, tetapi di dalam hati mereka berserakan perpecahan dan permusuhan. Sebaliknya, orang-orang beriman yang bersatu di atas tauhid dan sunnah, Allah jadikan hati mereka saling terikat bagaikan satu bangunan yang kokoh.
Maka jadilah hamba-hamba Allah yang menggunakan akal untuk merenungkan kebenaran, bersatu di atas Al-Qur'an dan Sunnah, dan janganlah kita menjadi seperti mereka yang Allah gambarkan sebagai *"kaum yang tidak berakal"*. Sesungguhnya kemuliaan umat ini terletak pada persatuan hati di atas iman, bukan pada kekuatan fisik semata. Semoga Allah mempersatukan hati kita semua di atas kebaikan dan menjauhkan kita dari perpecahan. Aamiin.
📜 Ayat 12-16 — Al-Hasyr
Terjemah — Al-Hasyr 14
Surat Al-Hasyr Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali…Surat Ayat 14/24 — Al-Hasyr الحشر (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hasyr Dengarkan, Al-Hasyr Terjemah, Al-Hasyr mp3, Al-Hasyr pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








