Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ (*Lā tudrikuhul-absār*): Penglihatan tidak dapat menjangkau atau meliputi-Nya secara menyeluruh.
- وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ (*Wa huwa yudrikul-absār*): Allah Maha Meliputi segala penglihatan, tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.
- اللَّطِيفُ (*Al-Lathīf*): Maha Lembut lagi Maha Halus, yang mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi dan halus.
- الْخَبِيرُ (*Al-Khabīr*): Maha Mengetahui segala sesuatu secara mendalam, lahir maupun batin.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menegaskan kebesaran dan keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah memberitahukan bahwa penglihatan manusia tidak akan mampu menjangkau atau meliputi Zat-Nya yang Mahaagung di dunia ini. Sebagaimana disepakati para ulama, tidak ada seorang pun yang dapat melihat Allah di dunia, karena keterbatasan makhluk yang fana. Namun, bagi hamba-hamba yang beriman, Allah akan menganugerahkan kenikmatan terbesar di akhirat kelak, yaitu melihat wajah-Nya yang mulia, tanpa mampu meliputi-Nya secara sempurna—sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits sahih.
Di sisi lain, Allah Maha Meliputi segala penglihatan. Tidak ada satu mata pun yang berkedip, tidak ada satu pandangan pun yang tajam, kecuali Allah mengetahuinya dan meliputinya. Bahkan Allah mengetahui apa yang tersembunyi di balik tatapan mata, apa yang terlintas dalam hati, dan apa yang tersimpan dalam sanubari. Sungguh, tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya walau sebesar zarrah.
Kemudian Allah menyifati diri-Nya dengan اللَّطِيفُ (Maha Lembut) dan الْخَبِيرُ (Maha Mengetahui). Dia-lah yang Maha Lembut kepada hamba-hamba-Nya yang saleh, memberikan petunjuk, rahmat, dan pertolongan dengan cara-cara yang halus yang tidak disadari oleh hamba-Nya. Dia juga Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang halus maupun yang kasar, yang lahir maupun yang batin.
Renungan dan Hikmah:
Wahai saudaraku yang beriman, betapa agungnya Allah yang kita sembah! Dia yang tidak dapat dijangkau oleh penglihatan kita di dunia, namun Dia justru melihat dan mengetahui segala gerak-gerik kita. Jika kita merenungkan hal ini, hati kita akan dipenuhi rasa takut dan cinta sekaligus. Takut karena kita sadar bahwa tidak ada satu pun yang tersembunyi dari Allah, dan cinta karena kita tahu bahwa Allah Maha Lembut kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah (*muraqabah*), sehingga kita menjaga hati, lisan, dan perbuatan kita. Ketika kita berbuat baik, Allah melihatnya. Ketika kita berbuat dosa, Allah pun mengetahuinya. Maka, marilah kita jadikan kesadaran ini sebagai pendorong untuk selalu taat dan menjauhi larangan-Nya.
Dan kabar gembira bagi orang-orang beriman: di akhirat kelak, mereka akan memperoleh kenikmatan terbesar yang tiada tandingannya, yaitu melihat wajah Allah Yang Maha Mulia. Itulah puncak kebahagiaan yang tidak dapat digambarkan oleh akal manusia. Maka, bersungguh-sungguhlah dalam beribadah dan beramal saleh, agar kita termasuk golongan yang beruntung meraih kenikmatan melihat-Nya di surga kelak. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita semua husnul khatimah dan pertemuan dengan-Nya dalam keadaan ridha dan diridhai. Aamiin.
📜 Ayat 101-105 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 103
Surat Al-An'am Ayat 103 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat…Surat Ayat 103/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 101–105. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








