Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- آيَةٌ: Tanda atau bukti kebenaran (mukjizat) yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya.
- صَغَارٌ: Kehinaan, kerendahan, dan kehinaan yang sangat berat.
- يَمْكُرُونَ: Mereka merencanakan tipu daya dan keburukan terhadap Islam dan kaum muslimin.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa sombongnya hati orang-orang musyrik Quraisy ketika datang kepada mereka bukti-bukti kebenaran Nabi Muhammad ﷺ. Mereka berkata dengan angkuh: "Kami tidak akan pernah beriman kepadanya, sampai kami sendiri diberikan wahyu dan mukjizat seperti yang diberikan kepada para rasul Allah sebelumnya!" Mereka menuntut hal yang mustahil dan di luar ketetapan Allah, seakan-akan mereka lebih berhak menjadi nabi daripada Muhammad ﷺ.
Allah ﷻ menjawab kesombongan mereka dengan firman-Nya: "Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan risalah-Nya" — yakni Allah Maha Mengetahui siapa yang layak dan pantas untuk memikul amanah kenabian dan risalah. Kenabian bukanlah sesuatu yang bisa diminta atau ditawar, melainkan pilihan dan kehendak Allah semata. Allah memilih hamba-hamba-Nya yang paling suci hatinya, paling mulia akhlaknya, dan paling sempurna amanahnya untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia.
Kemudian Allah mengancam mereka dengan ancaman yang tegas: "Akan menimpa orang-orang yang berbuat dosa itu kehinaan di sisi Allah dan azab yang sangat pedih, disebabkan mereka selalu berbuat tipu daya." Kehinaan dan azab yang pedih itu adalah buah dari perbuatan mereka sendiri — tipu daya, kesombongan, dan penolakan mereka terhadap kebenaran yang sudah jelas.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: bahwa hidayah dan kemuliaan di sisi Allah tidak diukur dengan harta, pangkat, atau kedudukan duniawi. Abu Jahal dan Walid bin Mughirah membanggakan harta dan usia mereka, namun justru mereka mendapat kehinaan di dunia dan akhirat. Sementara Nabi Muhammad ﷺ yang yatim dan sederhana, justru diangkat derajatnya oleh Allah menjadi manusia paling mulia sepanjang masa.
Maka marilah kita bersyukur kepada Allah yang telah memilih kita menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ, dan janganlah kita meniru sikap sombong orang-orang kafir yang menolak kebenaran hanya karena merasa diri lebih tinggi. Sesungguhnya Allah membuka pintu hidayah bagi siapa saja yang ikhlas mencari kebenaran, dan Dia menutupnya bagi orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati dan selalu menerima kebenaran dengan lapang dada.
📜 Ayat 122-126 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 124
Surat Al-An'am Ayat 124 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: "Kami tidak…Surat Ayat 124/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 122–126. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








