Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Akābira (أَكَابِرَ): bentuk jamak dari *akbar*, maknanya para pembesar, pemimpin, atau orang-orang terkemuka.
- Mujrimīhā (مُجْرِمِيهَا): orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan di negeri itu.
- Li-yamkurū (لِيَمْكُرُوا): agar mereka melakukan tipu daya, siasat jahat, dan rencana buruk.
- Wa mā yasy'urūn (وَمَا يَشْعُرُونَ): dan mereka tidak menyadari atau tidak merasakan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bahwa sebagaimana penduduk Mekah yang terdiri dari para pembesar kafir Quraisy menjadi pemimpin dalam kejahatan dan permusuhan terhadap Rasulullah ﷺ, demikian pula halnya di setiap negeri dan kota. Allah menjadikan para pembesar dan tokoh masyarakat yang durhaka sebagai pemimpin bagi orang-orang yang berbuat dosa. Mereka diangkat menjadi tokoh panutan bukan untuk kebaikan, melainkan untuk menjalankan tipu daya dan rencana jahat mereka — menghalangi manusia dari jalan Allah, mendustakan para rasul, dan memerangi kebenaran.
Namun, Allah menegaskan bahwa tipu daya dan rencana jahat mereka itu sebenarnya tidak akan merugikan siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Karena akibat buruk dari kekufuran dan kedurhakaan mereka akan kembali menimpa mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, mereka tidak menyadari hal ini. Mereka mengira bahwa dengan menipu dan memusuhi para nabi, mereka akan menang dan selamat, padahal sejatinya mereka sedang menggali lubang untuk kehancuran diri sendiri.
Ayat ini juga mengandung pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa kezaliman dan tipu daya tidak akan pernah menguntungkan pelakunya. Allah Maha Mengetahui segala rencana jahat hamba-Nya, dan Dia akan membalas setiap perbuatan dengan keadilan-Nya yang sempurna.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah kebenaran yang agung: bahwa kejahatan dan tipu daya itu seperti debu yang diterbangkan angin — ia akan kembali mengenai wajah orang yang melemparkannya. Para pembesar kafir dahulu bersusah payah memerangi kebenaran, namun yang mereka dapatkan hanyalah kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran untuk senantiasa berada di jalan kebenaran, tidak tertipu oleh kedudukan, harta, atau jabatan. Karena kemuliaan sejati bukanlah pada pangkat dan kekuasaan, melainkan pada ketakwaan dan keimanan kepada Allah. Allah berfirman: *"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa"* (Al-Hujurat: 13).
Jangan pernah takut dengan tipu daya orang-orang yang membenci kebenaran, karena Allah senantiasa menjaga hamba-hamba-Nya yang beriman. Dan yakinlah, segala rencana buruk mereka tidak akan pernah berhasil melampaui ketentuan Allah. Sebagaimana firman-Nya: *"Mereka merencanakan tipu daya, dan Allah pun merencanakan tipu daya. Dan Allah sebaik-baik perencana"* (Ali Imran: 54).
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berpegang teguh pada kebenaran dan dijauhkan dari sifat sombong dan durhaka. Aamiin.
📜 Ayat 121-125 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 123
Surat Al-An'am Ayat 123 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar…Surat Ayat 123/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 121–125. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








