Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Lau lā: Kata yang menunjukkan dorongan atau harapan, berarti "mengapa tidak" atau "alangkah baiknya".
- Āyah: Tanda atau mukjizat yang menjadi bukti kebenaran.
- Qādir: Maha Kuasa, Maha Mampu melakukan segala sesuatu.
Tafsir Ayat:
Orang-orang musyrik Quraisy berkata dengan sikap menantang dan keras kepala: "Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad sebuah mukjizat dari Tuhannya yang membuktikan kebenaran risalahnya?" Mereka meminta mukjizat yang mereka tentukan sendiri, bukan mukjizat yang Allah pilih. Mereka mengira bahwa dengan cara itu mereka akan beriman, padahal sebenarnya mereka hanya mencari alasan untuk terus berada dalam kekufuran.
Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk menjawab: "Katakanlah, sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menurunkan mukjizat yang mereka minta itu." Allah tidak lemah atau tidak mampu untuk melakukan hal tersebut. Namun, Allah menurunkan mukjizat sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan-Nya, bukan menurut keinginan dan permintaan hamba-Nya. Allah mengetahui bahwa jika Dia menurunkan mukjizat yang mereka minta, lalu mereka tetap tidak beriman, maka azab yang membinasakan akan segera menimpa mereka, sebagaimana yang terjadi pada umat-umat terdahulu yang menantang para rasul dengan permintaan semacam ini.
Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengetahui bahwa penurunan mukjizat itu berkaitan erat dengan hukum sebab-akibat. Jika mukjizat yang mereka minta diturunkan dan mereka tetap ingkar, maka kebinasaan akan datang. Allah Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya, sehingga Dia tidak menyegerakan azab, tetapi memberi kesempatan kepada mereka untuk beriman dan bertobat.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang adab seorang hamba di hadapan Tuhannya. Orang-orang musyrik meminta mukjizat tertentu sebagai syarat untuk beriman, padahal Allah telah memberikan mukjizat terbesar dan teragung, yaitu Al-Qur'an yang penuh hikmah dan petunjuk. Betapa banyak manusia yang terus mencari-cari alasan untuk tidak beriman, padahal kebenaran sudah begitu jelas di hadapan mereka.
Marilah kita renungkan: bukankah kita telah diberi begitu banyak tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi, dalam diri kita sendiri, dan dalam setiap hembusan napas yang kita rasakan? Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya tanpa bukti. Yang Dia minta hanyalah hati yang tunduk dan ikhlas menerima kebenaran.
Janganlah kita menjadi seperti orang-orang yang menunda keimanan dengan berbagai alasan dan syarat. Karena sesungguhnya, pintu taubat terbuka lebar selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Marilah kita bersegera kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dan penuh harap, sebelum datang hari di mana penyesalan tidak lagi berguna.
📜 Ayat 35-39 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 37
Surat Al-An'am Ayat 37 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya…Surat Ayat 37/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 35–39. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








