Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Qarn (قَرْنٍ): Suatu umat atau generasi manusia yang hidup pada masa yang sama.
- Makkannahum (مَكَّنَّاهُمْ): Kami berikan kepada mereka kekuatan, kekuasaan, dan kemudahan di muka bumi.
- Midraran (مِدْرَارًا): Hujan yang turun secara berturut-turut dan lebat, sebagai limpahan nikmat.
- Ansyakna (أَنْشَأْنَا): Kami ciptakan, Kami tumbuhkan, atau Kami adakan.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama firman Allah yang agung ini. Allah mengajak kita untuk melihat dan mengambil pelajaran dari sejarah umat-umat terdahulu. Tidakkah mereka yang mengingkari keesaan Allah dan mendustakan Rasul-Nya itu memperhatikan dan merenungkan betapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Allah binasakan? Padahal, umat-umat itu jauh lebih kuat dan lebih hebat daripada mereka.
Allah telah memberikan kepada umat-umat terdahulu itu kekuasaan dan kemakmuran di muka bumi yang belum pernah Allah berikan kepada orang-orang kafir Quraisy dan generasi setelah mereka. Mereka diberi kekuatan fisik yang gagah, harta yang melimpah, bangunan yang megah, dan peradaban yang maju. Bahkan, Allah mencurahkan hujan yang lebat dan berturut-turut kepada mereka, serta menjadikan sungai-sungai mengalir deras di bawah tempat tinggal dan kebun-kebun mereka. Semua itu adalah nikmat dan karunia Allah yang melimpah, sebagai bentuk ujian dan istidraj (penangguhan) bagi mereka.
Namun, apa yang mereka lakukan? Mereka justru kufur terhadap nikmat-nikmat tersebut. Mereka menyekutukan Allah, mendustakan para rasul, dan tenggelam dalam kemaksiatan serta kesombongan. Mereka tidak mau bersyukur, bahkan mereka berpaling dari kebenaran. Maka, ketika mereka telah melampaui batas dan kezaliman mereka memuncak, Allah pun membinasakan mereka dengan azab yang pedih disebabkan dosa-dosa mereka sendiri. Kekuatan dan kemakmuran yang mereka banggakan itu sama sekali tidak mampu menolak azab Allah.
Setelah mereka binasa, Allah menciptakan generasi-generasi baru yang menggantikan mereka di muka bumi. Demikianlah sunnatullah (hukum Allah) yang berlaku sepanjang zaman: siapa yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, dan siapa yang kufur akan diazab.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku, ayat ini mengandung peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Janganlah kita tertipu oleh kemajuan, kekuatan, dan kemewahan duniawi. Sehebat apa pun peradaban manusia, semua itu tidak akan mampu menolak azab Allah jika manusia berlaku zalim dan kufur. Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang sangat maju dan kuat seperti 'Ad, Tsamud, dan Fir'aun, pada akhirnya hancur lebur oleh dosa-dosa mereka.
Oleh karena itu, marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin bagi diri kita. Kita harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah, baik yang berupa hujan, sungai, kekuatan, maupun kemudahan hidup. Jangan sekali-kali nikmat tersebut menjadikan kita sombong dan lalai dari mengingat Allah. Ingatlah bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan dan ujian dari Allah. Kita harus menggunakannya untuk ketaatan, bukan untuk kemaksiatan.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk tidak pernah merasa aman dari azab Allah. Sebab, tidak ada yang lebih berbahaya bagi seorang hamba daripada merasa aman dari makar Allah. Sebaliknya, kita harus senantiasa berharap kepada rahmat Allah dan takut akan siksa-Nya. Dengan begitu, kita akan menjadi hamba yang istiqamah di jalan-Nya, dan semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat serta ampunan-Nya kepada kita semua. Aamiin.
📜 Ayat 4-8 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 6
Surat Al-An'am Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami…Surat Ayat 6/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








