Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
🌐 Additional reference in Melayu
🌐 Melayu
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diserukan azan (bang) untuk mengerjakan sembahyang pada hari Jumaat, maka segeralah kamu pergi (ke masjid) untuk mengingati Allah (dengan mengerjakan sembahyang jumaat) dan tinggalkanlah berjual-beli (pada saat itu); yang demikian adalah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui (hakikat yang sebenarnya),
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
📜
Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
نُودِيَ (nudiya): Diseru, yaitu azan dikumandangkan.
فَاسْعَوْا (fas'au): Bersegeralah, bermaksud bergegas dengan niat dan kesungguhan, bukan berlari-lari cepat.
ذِكْرِ اللَّهِ (dzikrillah): Mengingat Allah, yang dimaksud di sini adalah salat Jumat beserta khutbahnya.
وَذَرُوا (wadzaru): Tinggalkanlah.
الْبَيْعَ (al-bai'): Jual beli dan segala transaksi yang menyibukkan.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya! Apabila muazin telah mengumandangkan azan untuk salat Jumat, yaitu ketika khatib telah naik ke mimbar, maka bersegeralah menuju masjid untuk mendengarkan khutbah dan melaksanakan salat Jumat. Tinggalkanlah segala aktivitas jual beli dan transaksi lainnya yang dapat melalaikan kalian dari kewajiban agung ini. Perintah untuk bersegera menuju dzikirullah dan meninggalkan transaksi setelah azan Jumat itu adalah lebih baik bagi kalian daripada kesibukan duniawi, karena di dalamnya terdapat ampunan dosa, keberkahan, dan pahala yang besar dari Allah. Jika kalian benar-benar mengetahui kemaslahatan diri kalian, niscaya kalian akan mendahulukan perkara akhirat yang kekal dibandingkan kesenangan dunia yang fana.
Ayat ini menegaskan kewajiban menghadiri salat Jumat dan mendengarkan khutbah, serta larangan melakukan jual beli setelah azan Jumat dikumandangkan. Ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, karena Dia menginginkan kebaikan dan kebahagiaan bagi mereka di dunia dan akhirat. Maka berbahagialah orang-orang yang memuliakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, karena mereka akan meraih keuntungan yang tiada tara di sisi-Nya.
Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.
Surat Al-Jumu'ah Ayat 9 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka…
Surat Ayat 9/11 — Al-Jumu'ah الجمعة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Jumu'ah Dengarkan, Al-Jumu'ah Terjemah, Al-Jumu'ah mp3, Al-Jumu'ah pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Situs SurahQuran didirikan sebagai upaya sederhana untuk melayani Kitab Suci dan Sunnah yang mulia, serta berdakwah kepada Allah dan memudahkan ilmu syariat sesuai manhaj Al-Quran dan Sunnah. Kami memuji dan bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya, dan memohon agar Dia menerima amal kami dan menjadikannya ikhlas karena wajah-Nya yang mulia.