Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Khāshi‘atan: Rendah, tunduk, dan tidak mampu mengangkat pandangan.
- Tarhaquhum: Meliputi atau menutupi mereka dari segala arah.
- Żillah: Kehinaan dan kerendahan yang sangat berat.
- Sālimūn: Sehat, selamat, dan memiliki kemampuan penuh (tidak ada halangan).
Tafsir Ayat:
Pada hari kiamat nanti, orang-orang yang dahulu sombong di dunia akan dihadapkan pada pemandangan yang sangat mengerikan. Pandangan mereka tertunduk rendah, penuh ketakutan dan kehinaan yang tak terlukiskan. Kehinaan itu meliputi mereka dari segala penjuru, seakan-akan tidak ada satu pun celah untuk berlindung. Mereka benar-benar berada dalam kondisi yang sangat memalukan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Yang paling menyayat hati adalah pengakuan mereka sendiri bahwa dahulu di dunia mereka pernah diajak dan diseru untuk bersujud kepada Allah, melaksanakan shalat dan beribadah, dalam keadaan tubuh yang sehat, kuat, dan mampu. Tidak ada halangan apa pun — bukan sakit, bukan tua, bukan sibuk, bukan pula terpaksa. Namun mereka menolak dengan sombong dan angkuh. Mereka enggan merendahkan diri di hadapan Allah padahal mereka mampu. Kini, di akhirat, mereka dipaksa merendahkan diri dalam kehinaan yang tiada tara, tetapi sudah tidak ada gunanya lagi.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Di dunia, Allah tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri tanpa petunjuk. Dia mengutus para rasul, menurunkan kitab suci, dan menggerakkan para dai untuk mengajak kita bersujud kepada-Nya. Sujud adalah puncak ketundukan seorang hamba kepada Rabb-nya. Saat dahi menyentuh bumi, saat itulah jiwa merasakan kedekatan yang hakiki dengan Sang Pencipta.
Sungguh, shalat dan sujud adalah nikmat yang tiada tara. Ia bukan beban, melainkan obat hati, penenang jiwa, dan cahaya dalam kegelapan hidup. Maka janganlah kita termasuk golongan yang dipanggil namun berpaling, yang diajak namun enggan. Hari ini kita masih memiliki kesempatan. Tubuh kita masih sehat, waktu masih terbuka, dan pintu taubat masih menganga. Bersegeralah menunaikan shalat, perbanyaklah sujud, dan dekatkanlah diri kepada Allah. Karena sujud yang kita lakukan dengan ikhlas di dunia akan menjadi saksi kemuliaan bagi kita di akhirat kelak, bukan menjadi penyesalan yang tak berkesudahan.
Jangan sampai kita menyesal seperti mereka, ketika kehinaan telah meliputi dan pintu penyesalan telah tertutup rapat. Marilah kita jadikan setiap sujud sebagai bukti cinta kita kepada Allah, agar kelak kita termasuk hamba-hamba yang ditinggikan derajatnya di sisi-Nya.
📜 Ayat 41-45 — Al-Qalam
Terjemah — Al-Qalam 43
Surat Al-Qalam Ayat 43 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi…Surat Ayat 43/52 — Al-Qalam القلم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qalam Dengarkan, Al-Qalam Terjemah, Al-Qalam mp3, Al-Qalam pdf. Ayat 41–45. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








