Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Fawahisy (الْفَوَاحِشَ): Segala perbuatan keji dan dosa besar yang sangat buruk, baik yang tampak jelas maupun yang tersembunyi.
- Al-Itsm (الْإِثْمَ): Segala bentuk dosa dan kemaksiatan yang mendatangkan siksa.
- Al-Baghyu (الْبَغْيَ): Sikap melampaui batas, kezaliman, dan kesewenang-wenangan terhadap sesama manusia, baik berupa penumpahan darah, perampasan harta, maupun perusakan kehormatan.
- Sulthanan (سُلْطَانًا): Dalil, bukti, dan hujjah yang nyata.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada orang-orang musyrik yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya dengan kebohongan, bahwa sesungguhnya Tuhanmu hanya mengharamkan perkara-perkara yang merusak jiwa dan masyarakat, bukan hal-hal yang mereka tuduhkan tanpa dasar.
Pertama, Allah mengharamkan segala perbuatan keji (al-fawahisy) yang menjadi sumber kerusakan moral, baik yang dilakukan secara terang-terangan di hadapan manusia maupun yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di balik tabir. Tidak ada perbedaan antara dosa yang tampak dan yang tersembunyi di hadapan Allah; semuanya tercatat dan akan dihisab.
Kedua, Allah mengharamkan segala bentuk dosa dan kemaksiatan (al-itsm) yang menjadi racun bagi hati dan menjauhkan hamba dari rahmat-Nya.
Ketiga, Allah mengharamkan kezaliman dan sikap melampaui batas (al-baghyu) terhadap sesama manusia tanpa alasan yang benar. Ini mencakup segala bentuk penindasan, perampasan hak, dan perusakan kehormatan orang lain.
Keempat, Allah mengharamkan perbuatan syirik — menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak pernah diturunkan-Nya keterangan atau bukti kebenarannya. Ini adalah kezaliman yang paling besar, karena menyandarkan ibadah kepada selain Allah tanpa landasan ilmu.
Kelima, Allah mengharamkan berkata tentang Allah tanpa ilmu, seperti mengaku-ngaku bahwa Allah memiliki anak, menghalalkan sesuatu yang diharamkan-Nya, atau mengharamkan sesuatu yang dihalalkan-Nya, semata-mata karena hawa nafsu dan tradisi nenek moyang.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah kabar gembira sekaligus peringatan. Kabar gembiranya, Allah tidak pernah mempersempit kehidupan kita dengan larangan yang sia-sia. Setiap yang diharamkan-Nya pasti mengandung mudarat bagi jiwa, harta, dan kehormatan kita. Maka menjauhi larangan-Nya adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Peringatannya, jangan pernah berani berbicara atas nama Allah tanpa ilmu. Betapa banyak orang tersesat karena mengikuti fatwa tanpa dasar, menghalalkan yang haram, atau mengharamkan yang halal. Maka peliharalah lisanmu, pelajarilah agama dengan benar, dan kembalikan segala urusan kepada Al-Qur'an dan Sunnah.
Marilah kita jauhi segala bentuk kemaksiatan — yang tampak maupun yang tersembunyi — karena Allah Maha Melihat apa yang tersembunyi di dalam hati. Dan marilah kita jadikan tauhid sebagai pondasi hidup kita, karena hanya dengan beribadah kepada Allah semata, hati kita akan tenang dan kehidupan kita akan bermakna. Semoga Allah memudahkan kita untuk istiqamah di jalan-Nya.
📜 Ayat 31-35 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 33
Surat Ayat 33/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 31–35. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








