Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Zīnata Allāh: Perhiasan Allah, yaitu segala sesuatu yang menjadikan seseorang tampak indah dan elok, seperti pakaian yang menutup aurat dan mempercantik penampilan.
- Akhraja: Mengeluarkan, artinya Allah menciptakan dan menyediakannya dari bumi untuk kepentingan hamba-hamba-Nya.
- Aṭ-Ṭayyibāt: Segala yang baik dan halal, baik berupa makanan, minuman, maupun rezeki lainnya yang suci lagi bermanfaat.
- Khāliṣah: Murni dan khusus, tidak ada yang lain turut serta di dalamnya.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada orang-orang musyrik yang dengan sesuka hati mengharamkan apa yang Allah halalkan—baik berupa pakaian indah yang menutup aurat maupun makanan dan minuman yang baik lagi halal—sebuah pertanyaan yang menusuk hati nurani mereka: "Siapakah yang berhak mengharamkan perhiasan Allah yang telah Dia keluarkan dari bumi untuk dinikmati hamba-hamba-Nya? Dan siapakah yang berani mengharamkan rezeki yang baik-baik yang Allah limpahkan kepada kalian?" Sungguh, tidak ada seorang pun yang berhak mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, karena hukum halal dan haram hanyalah hak prerogatif Allah semata.
Kemudian Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk menjelaskan hakikat sebenarnya: "Katakanlah, semua kenikmatan yang halal dan baik itu diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia ini." Artinya, di dunia ini orang-orang mukmin dan orang-orang kafir sama-sama menikmatinya, namun yang membedakan adalah di akhirat kelak. Pada hari kiamat, kenikmatan tersebut menjadi murni dan khusus bagi orang-orang mukmin saja, tidak ada seorang pun yang turut serta bersama mereka. Adapun orang-orang kafir, mereka tidak akan mendapat bagian sedikit pun karena surga diharamkan bagi mereka.
Dengan penjelasan yang terang dan rinci seperti inilah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kaum yang mau menggunakan akal dan ilmunya, agar mereka memahami kebenaran dan menjauhi kebatilan.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku, lihatlah betapa indahnya ajaran Islam! Agama ini tidak pernah menyuruh kita untuk menyiksa diri dengan mengharamkan yang halal, tidak pula melarang kita menikmati keindahan dan rezeki yang baik. Yang Allah larang hanyalah yang buruk dan merusak, bukan yang baik dan bermanfaat. Maka janganlah kita menjadi seperti orang-orang yang berlebihan dalam beragama hingga mengharamkan apa yang Allah halalkan, karena sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang menikmati karunia-Nya dengan syukur dan tetap dalam batas ketaatan. Ingatlah, kenikmatan dunia ini hanyalah sementara, sedangkan kenikmatan hakiki yang kekal adalah di surga kelak bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Maka jadilah hamba yang pandai bersyukur, yang menikmati karunia Allah dengan cara yang diridhai-Nya, agar kita termasuk golongan yang beruntung di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 30-34 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 32
Surat Ayat 32/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 30–34. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








