Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- *Āyātinā*: tanda-tanda kekuasaan Kami, bukti-bukti kebenaran, dan mukjizat yang dibawa oleh para rasul.
- *Wastakbarū*: merasa sombong dan enggan untuk tunduk serta patuh.
- *Lā tufattahu*: tidak akan dibukakan.
- *Yalija*: masuk.
- *Sammil khiyāth*: lubang jarum yang sangat kecil.
Tafsir Ayat:
Sungguh, orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami yang jelas dan nyata, serta menyombongkan diri dari menerima kebenaran dan mengikuti petunjuk, mereka adalah orang-orang yang telah memutuskan jalan kebaikan bagi diri mereka sendiri. Amal-amal mereka tidak akan diangkat ke langit, doa-doa mereka tidak akan diterima, dan pintu-pintu langit tidak akan dibukakan untuk mereka—baik untuk amal mereka di dunia maupun untuk ruh mereka ketika menghadapi kematian. Mereka juga tidak akan pernah memasuki surga selama-lamanya, sebagaimana mustahilnya seekor unta yang besar tubuhnya dapat masuk melalui lubang jarum yang sangat sempit. Ini adalah perumpamaan yang menunjukkan bahwa mustahil bagi mereka untuk meraih kebaikan. Demikianlah balasan yang setimpal bagi orang-orang yang tenggelam dalam kemaksiatan dan kejahatan, yang telah melampaui batas dalam kedurhakaan kepada Allah.
Renungan dan Nasihat:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa kesombongan adalah penghalang terbesar antara seorang hamba dengan rahmat Allah. Ketika hati seseorang dipenuhi kesombongan untuk menerima kebenaran, maka ia telah menutup sendiri pintu kebaikan baginya. Sebaliknya, Allah membuka pintu-pintu rahmat dan ampunan bagi hamba-hamba-Nya yang rendah hati, yang mau menerima kebenaran dan kembali kepada-Nya.
Marilah kita senantiasa menjaga hati dari sifat sombong, karena kesombongan adalah sifat yang sangat dibenci Allah. Jadilah hamba yang tawadhu' (rendah hati), karena dengan kerendahan hati itulah Allah akan mengangkat derajat kita, membukakan pintu-pintu kebaikan, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan. Sungguh, betapa indahnya menjadi hamba yang selalu berserah diri dan patuh kepada Allah, karena di situlah letak kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 38-42 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 40
Surat Ayat 40/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 38–42. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








