Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Hāżā (هَٰذَا): Ini (menunjuk kepada hari yang telah disebutkan sebelumnya).
- Yaum (يَوْمُ): Hari.
- Lā Yanṭiqūn (لَا يَنطِقُونَ): Mereka tidak berbicara/bertutur kata.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan suasana dahsyat pada Hari Kiamat, yaitu hari yang telah dijanjikan dan disebutkan sebelumnya. Pada hari itu, orang-orang yang dahulu mendustakan kebenaran dan mengingkari hari pembalasan tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Mereka terdiam membisu, bukan karena tidak ingin berbicara, tetapi karena rasa takut dan bingung yang luar biasa mencengkeram jiwa mereka. Lidah mereka kelu, tidak ada satu pun alasan yang dapat mereka sampaikan, dan tidak ada izin bagi mereka untuk berbicara karena mereka memang tidak memiliki pembelaan yang benar.
Hari itu adalah hari di mana segala alasan dan dalih palsu yang mereka bangun di dunia menjadi sia-sia belaka. Mereka yang dahulu lantang mendustakan wahyu, menghina para rasul, dan memperolok kebenaran, kini terdiam seribu bahasa. Tidak ada yang dapat mereka ucapkan untuk menyelamatkan diri, karena seluruh perbuatan mereka telah tercatat dan menjadi saksi yang memberatkan mereka.
Inilah keadilan Allah yang Maha Perkasa. Ketika di dunia mereka bebas berbicara dengan sombong dan angkuh, maka di akhirat nanti Allah menutup mulut mereka sebagai bentuk penghinaan dan kehinaan. Bahkan anggota tubuh mereka sendiri akan menjadi saksi atas apa yang mereka perbuat, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat lain.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengingatkan kita akan dahsyatnya Hari Kiamat. Betapa banyak manusia yang di dunia ini lantang berbicara, berdebat, bahkan mengolok-olok kebenaran, namun kelak mereka akan dibungkam oleh kebesaran Allah. Maka janganlah kita termasuk golongan yang mendustakan kebenaran, karena penyesalan di akhirat tidak akan pernah bisa mengembalikan kesempatan yang telah hilang.
Marilah kita gunakan lisan kita di dunia ini untuk berbicara yang baik-baik, untuk berzikir kepada Allah, untuk menyampaikan kebenaran, dan untuk beristighfar atas segala dosa. Karena lisan yang kita gunakan dengan baik di dunia akan menjadi saksi kebaikan bagi kita di akhirat, bukan saksi keburukan yang membungkam kita.
Semoga Allah menjauhkan kita dari golongan yang dibungkam pada hari yang dahsyat itu, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berbahagia dengan izin berbicara di hadapan-Nya untuk menyampaikan amal-amal baik kita. Aamiin.
📜 Ayat 33-37 — Al-Mursalat
Terjemah — Al-Mursalat 35
Surat Ayat 35/50 — Al-Mursalat المرسلات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mursalat Dengarkan, Al-Mursalat Terjemah, Al-Mursalat mp3, Al-Mursalat pdf. Ayat 33–37. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








