Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Qalīl (قَلِيلٌ): Sedikit jumlahnya.
- Mustad'afūn (مُسْتَضْعَفُونَ): Orang-orang yang dianggap lemah dan ditindas.
- Yatakhattafakum (يَتَخَطَّفَكُمُ): Menangkap dan merenggut kalian dengan cepat.
- Āwākum (آوَاكُمْ): Memberi kalian tempat berlindung dan menenangkan hati.
- Ayyadakum (أَيَّدَكُم): Menguatkan dan meneguhkan kalian.
- Ath-Thayyibāt (الطَّيِّبَاتِ): Hal-hal yang baik dan halal lagi lezat.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, ingatlah selalu nikmat-nikmat Allah yang agung yang telah Dia limpahkan kepada kalian. Renungkanlah kembali keadaan kalian ketika dahulu di kota Mekkah sebelum hijrah, saat jumlah kalian sangat sedikit, lemah tak berdaya, dan selalu ditindas serta direndahkan oleh orang-orang kafir Quraisy. Ketika itu, kalian hidup dalam ketakutan yang luar biasa—takut setiap saat musuh-musuh kalian akan menyerang, menangkap, dan merenggut kalian dengan cepat dari tengah-tengah kaum kalian. Kalian tidak memiliki kekuatan untuk membela diri, tidak memiliki tempat berlindung yang aman, dan tidak ada seorang pun yang mampu melindungi kalian.
Namun, lihatlah bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah membiarkan hamba-hamba-Nya yang beriman sendirian. Allah memberikan kalian tempat berlindung yang aman, yaitu kota Madinah yang penuh berkah, tempat kalian bersatu dengan kaum Anshar yang menyambut kalian dengan penuh kasih sayang. Allah juga menguatkan kalian dengan pertolongan-Nya yang agung—Dia menolong kalian dalam berbagai peperangan, terutama pada Perang Badar yang menjadi titik balik kejayaan Islam, di mana Allah menurunkan malaikat-malaikat-Nya untuk membantu kalian mengalahkan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar. Kemudian Allah menganugerahkan kepada kalian rezeki yang baik dan halal, termasuk harta rampasan perang yang belum pernah dihalalkan kepada umat-umat sebelumnya.
Semua nikmat yang agung ini Allah berikan kepada kalian bukan tanpa tujuan, melainkan agar kalian senantiasa bersyukur kepada-Nya. Syukur yang dimaksud bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi syukur yang diwujudkan dalam ketaatan, ketakwaan, dan penggunaan nikmat-nikmat tersebut di jalan yang diridhai Allah. Jika kalian bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kalian. Namun jika kalian mengingkari nikmat-nikmat tersebut, maka Allah akan mencabutnya dan menimpakan azab-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, ayat ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Betapa Allah selalu bersama orang-orang yang beriman, bahkan di saat mereka berada dalam kondisi paling lemah dan tertindas. Kisah perjuangan Rasulullah ﷺ dan para sahabat adalah bukti nyata bahwa pertolongan Allah itu dekat, tidak peduli seberapa besar tantangan yang dihadapi. Jangan pernah merasa putus asa ketika menghadapi kesulitan, karena Allah yang Maha Kuasa mampu mengubah keadaan yang paling sulit menjadi kemenangan yang gemilang, sebagaimana Dia mengubah kelemahan para sahabat menjadi kekuatan yang menggetarkan dunia.
Marilah kita selalu mengingat nikmat-nikmat Allah dalam hidup kita—nikmat iman, nikmat Islam, nikmat keamanan, nikmat rezeki, dan nikmat-nikmat lainnya yang tak terhitung jumlahnya. Jadikanlah setiap nikmat yang kita terima sebagai pendorong untuk semakin taat dan bersyukur kepada Allah. Sesungguhnya, orang yang pandai bersyukur adalah orang yang paling bahagia di dunia dan di akhirat, karena Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Semoga kita semua termasuk golongan hamba-hamba yang pandai bersyukur dan tidak termasuk orang-orang yang mengingkari nikmat Allah. Aamiin.
📜 Ayat 24-28 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 26
Surat Al-Anfal Ayat 26 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit,…Surat Ayat 26/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 24–28. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








