Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- تَسُؤْهُمْ: membuat mereka bersedih dan berduka.
- مُصِيبَةٌ: musibah, yaitu kesulitan, kekalahan, atau penderitaan yang menimpa.
- قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا: kami telah mengambil keputusan dan tindakan yang hati-hati (waspada) untuk keselamatan diri kami.
- يَتَوَلَّوْا: mereka berpaling pergi meninggalkanmu.
- فَرِحُونَ: mereka bergembira dan bersuka cita.
Tafsir Lengkap:
Wahai Nabi yang mulia, ketahuilah bahwa orang-orang munafik itu memiliki hati yang sakit dan penuh dengki. Apabila engkau mendapatkan kebaikan, seperti kemenangan dalam perang atau harta rampasan perang, maka hati mereka menjadi panas dan mereka bersedih. Mereka tidak sanggup melihat engkau dan kaum mukminin dalam keadaan bahagia dan sejahtera. Sebaliknya, apabila engkau tertimpa musibah, seperti kekalahan atau kesulitan dalam suatu peperangan, mereka justru berkata dengan penuh kesombongan, "Sungguh, kami telah mengambil keputusan yang tepat sejak awal. Kami telah bersikap waspada dan hati-hati dengan tidak ikut berperang bersama Muhammad. Kami selamat karena kami tidak ikut serta." Kemudian mereka berpaling pergi meninggalkanmu, dan hati mereka dipenuhi kegembiraan serta kesenangan atas penderitaan yang menimpamu.
Sungguh, sifat ini adalah tanda kemunafikan yang nyata. Mereka tidak mencintai kebaikan untuk kaum mukminin, dan mereka bergembira atas keburukan yang menimpa. Padahal, seorang mukmin sejati akan bersedih ketika saudaranya tertimpa musibah, dan bergembira ketika saudaranya mendapat kebaikan.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa hinanya sifat orang-orang munafik ini. Mereka hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, tidak peduli dengan nasib saudara seiman. Mereka menganggap kehati-hatian yang berlebihan sebagai kebijaksanaan, padahal sejatinya itu adalah ketakutan dan kelemahan iman.
Sebaliknya, Islam mengajarkan kita untuk memiliki jiwa pengorbanan dan kepedulian sosial. Seorang mukmin sejati akan rela berkorban demi agama dan saudaranya, karena ia yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan kekal. Ia tidak takut menghadapi kesulitan, karena ia tahu bahwa pertolongan Allah itu dekat. Dan ketika ia tertimpa musibah, ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah, bukan malah bergembira atas penderitaan orang lain.
Maka jadilah hamba yang ikhlas dan memiliki hati yang bersih. Cintailah kebaikan untuk sesama mukmin sebagaimana engkau mencintai kebaikan untuk dirimu sendiri. Jauhilah sifat dengki dan iri hati yang hanya akan menghancurkan amal dan membuat hati menjadi sempit. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar dan bertakwa, dan Dia akan menolong hamba-hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya dengan penuh keikhlasan.
📜 Ayat 48-52 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 50
Surat At-Taubah Ayat 50 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya;…Surat Ayat 50/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 48–52. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







