Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَنْ يُصِيبَنَا (lan yushibana): tidak akan menimpa kami.
- كَتَبَ اللهُ لَنَا (kataballahu lana): yang telah Allah tetapkan dan takdirkan bagi kami.
- مَوْلَانَا (maulana): Pelindung, Penolong, dan Pengurus urusan kami.
- فَلْيَتَوَكَّلِ (falyatawakkal): hendaklah bertawakal, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada orang-orang munafik yang enggan berjuang bersama kaum Muslimin, sebagai teguran dan celaan atas sikap pengecut mereka: "Sesungguhnya tidak akan menimpa kami sedikit pun musibah, bencana, atau bahaya, kecuali apa yang telah Allah tetapkan dan tuliskan bagi kami di Lauhul Mahfuzh. Baik itu berupa kebaikan, keburukan, kemenangan, atau ujian, semuanya telah tercatat dan pasti terjadi. Tidak ada satu pun yang dapat mengelak dari takdir Allah, dan tidak ada yang dapat menghalangi apa yang telah Dia tetapkan."
Allah adalah Pelindung dan Penolong kami. Dialah yang mengurus segala urusan kami, menjaga kami dari kejahatan musuh, dan menolong kami dalam setiap langkah perjuangan. Karena itu, kepada Allah semata hendaknya orang-orang beriman bertawakal, berserah diri, dan menggantungkan segala harapan. Mereka tidak takut kepada makhluk, tidak gentar menghadapi musuh, dan tidak khawatir akan kekurangan atau bahaya, karena mereka yakin bahwa Allah Maha Cukup bagi hamba-hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya.
Pesan Dakwah:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang hakikat ketenangan hati seorang mukmin. Ketika kita benar-benar meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini telah ditulis oleh Allah dengan hikmah dan keadilan-Nya, maka hati kita akan menjadi tenang, tidak mudah gelisah, dan tidak takut menghadapi apa pun.
Saudaraku, bayangkan betapa indahnya hidup ini jika kita selalu bersandar kepada Allah. Tidak ada rasa cemas berlebihan terhadap masa depan, tidak ada ketakutan terhadap musuh, dan tidak ada kekhawatiran akan rezeki. Karena semua itu telah diatur oleh Allah, dan Dia-lah sebaik-baik Pelindung.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pegangan hidup. Tanamkan dalam diri kita bahwa tawakal bukanlah sikap pasrah tanpa usaha, melainkan keyakinan kuat bahwa setelah kita berikhtiar semaksimal mungkin, hasil akhirnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah. Dengan begitu, hati kita akan dipenuhi cahaya ketenangan dan jiwa kita akan dipenuhi kekuatan iman. Sungguh, tidak ada kebahagiaan yang lebih hakiki selain kebahagiaan seorang hamba yang berserah diri kepada Rabb-nya.
📜 Ayat 49-53 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 51
Surat At-Taubah Ayat 51 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah…Surat Ayat 51/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 49–53. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







