Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَذَٰلِكُمُ (fa dzaalikum): Maka itu (Allah) bagi kalian.
- الْحَقُّ (al-haqq): Yang Maha Benar, yang pasti wujud-Nya dan tidak ada keraguan sedikit pun.
- الضَّلَالُ (adh-dhalal): kesesatan, kebinasaan, dan kehilangan petunjuk.
- فَأَنَّىٰ (fa annaa): maka bagaimana mungkin / dari arah mana.
- تُصْرَفُونَ (tushrafun): kalian dipalingkan (dari kebenaran menuju kebatilan).
Tafsir:
Wahai manusia, Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, yang menurunkan hujan dari langit lalu menumbuhkan berbagai tanaman, yang menjadikan kapal berlayar di lautan demi kemaslahatan kalian, yang menundukkan matahari dan bulan untuk kepentingan hidup kalian — itulah Allah, Rabb kalian yang sebenarnya. Dialah yang Maha Benar, yang keberadaan-Nya tidak diragukan, yang berhak disembah semata-mata tanpa sekutu bagi-Nya.
Setelah kebenaran yang begitu jelas dan nyata ini, adakah sesuatu selain kebenaran? Tidak ada! Yang ada hanyalah kesesatan dan kebinasaan. Tidak ada jalan tengah di antara keduanya — antara kebenaran dan kebatilan, antara petunjuk dan kesesatan. Maka bagaimana mungkin akal kalian yang sehat bisa berpaling dari kebenaran yang terang benderang ini menuju kebatilan yang hampa? Bagaimana mungkin kalian menyembah berhala-berhala yang tidak memberi manfaat maupun mudarat, sementara Allah yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur segala urusan kalian telah memperlihatkan bukti-bukti kekuasaan-Nya yang tak terhitung jumlahnya?
Sungguh, ini adalah pertanyaan yang menuntut jawaban dari hati nurani setiap insan. Jika kalian telah mengenal kebenaran, maka tidak ada alasan sedikit pun untuk berpaling darinya. Kebenaran itu satu, tidak berbilang. Barang siapa berpaling darinya, maka ia pasti jatuh ke dalam kesesatan.
Marilah kita renungkan dengan hati yang jernih: bukankah segala nikmat yang kita rasakan setiap detik — udara yang kita hirup, air yang kita minum, bumi yang kita pijak — semuanya berasal dari Allah? Maka mengapa kita enggan bersyukur dan beribadah kepada-Nya? Mengapa kita mencari ketenangan di tempat lain, padahal ketenangan sejati hanya ada di sisi-Nya?
Ayat ini mengajak kita untuk kembali kepada fitrah, kembali kepada Allah yang Maha Benar, dan meninggalkan segala bentuk kesesatan. Kebahagiaan hakiki tidak akan pernah ditemukan di luar jalan Allah. Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa istiqamah di atas kebenaran, dan memohon kepada Allah agar tidak dipalingkan dari jalan yang lurus.
📜 Ayat 30-34 — Yunus
Terjemah — Yunus 32
Surat Yunus Ayat 32 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya;…Surat Ayat 32/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 30–34. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








