Al-Ma'un · 7/7
Terjemah Transliterasi — Al-Ma'un
وَيَمۡنَعُونَ ٱلۡمَاعُونَ  ۝٧
Wa yamna`oonal ma`oon
📖 Arti Bahasa Indonesia
dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • الْمَاعُونَ (al-mā‘ūn): berasal dari kata *ma‘n* yang berarti sesuatu yang kecil dan bermanfaat. Para ulama menafsirkannya dengan dua makna utama: (1) zakat yang diwajibkan, dan (2) barang-barang keperluan sehari-hari yang biasa dipinjamkan antar sesama, seperti periuk, ember, kapak, garam, dan sejenisnya—barang yang tidak berkurang nilainya jika dipinjamkan.

Tafsir Ayat:

Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan sifat-sifat buruk orang yang mendustakan agama—yaitu menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin—ayat ini melanjutkan dengan menyebutkan keburukan mereka yang lain: mereka enggan memberikan bantuan kepada sesama, bahkan untuk hal-hal yang kecil dan ringan sekalipun.

Mereka tidak mau meminjamkan barang-barang rumah tangga yang tidak akan berkurang nilainya jika dipinjamkan, seperti periuk, timba, atau peralatan sederhana lainnya. Bahkan menurut sebagian besar ulama, makna *al-mā‘ūn* juga mencakup zakat dan sedekah wajib yang mereka tahan dan tidak tunaikan. Dengan demikian, mereka adalah orang-orang yang sama sekali tidak memiliki kepedulian sosial—tidak berbuat baik kepada Allah dengan menunaikan hak-Nya, dan tidak berbuat baik kepada sesama manusia dengan membantu mereka.

Inilah gambaran lengkap orang yang mendustakan hari pembalasan: hatinya kosong dari rasa takut kepada Allah, kikir terhadap harta, sombong dalam beribadah (riya), dan tidak punya kasih sayang kepada makhluk. Mereka shalat hanya untuk dilihat orang, tetapi lalai dari hakikat shalat itu sendiri, dan mereka menolak memberikan bantuan sekecil apa pun kepada yang membutuhkan.


Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa keimanan yang benar bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi terwujud dalam kepedulian nyata terhadap sesama. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai tolong-menolong dalam kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda: *"Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya"* (HR. Muslim).

Maka janganlah kita meremehkan kebaikan kecil—meminjamkan barang, memberi bantuan, atau sekadar meringankan beban orang lain. Karena di sisi Allah, kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia. Dan ingatlah, orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia. Mari kita jauhi sifat kikir dan enggan membantu, dan jadikan setiap kesempatan sebagai ladang pahala untuk meraih keridhaan Allah dan kebahagiaan di akhirat kelak.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 5-7 — Al-Ma'un

5ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ 
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6ٱلَّذِينَ هُمۡ يُرَآءُونَ 
orang-orang yang berbuat riya,
7وَيَمۡنَعُونَ ٱلۡمَاعُونَ 
dan enggan (menolong dengan) barang berguna.
Al-Ma'unIndeks Quran
7Ayat
MakkiyahRevelation
7Ayat

Terjemah — Al-Ma'un 7

Surat Ayat 7/7 — Al-Ma'un الماعون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ma'un Dengarkan, Al-Ma'un Terjemah, Al-Ma'un mp3, Al-Ma'un pdf. Ayat 5–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu