Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ḥabiṭa (حبط): Batal, hilang, dan tidak berguna. Amal yang tidak dilandasi keimanan akan sirna pahalanya seperti debu yang berterbangan.
- Bāṭil (باطل): Rusak, sia-sia, dan tidak bernilai di sisi Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba Allah yang merindukan kebahagiaan hakiki! Renungkanlah ayat yang agung ini, ia bagaikan lentera yang menerangi jalan kehidupan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa orang-orang yang beramal hanya untuk meraih keuntungan duniawi semata—tanpa keimanan kepada Allah dan hari akhir—maka mereka adalah golongan yang merugi. Di akhirat kelak, tidak ada bagian bagi mereka selain api neraka yang menyala-nyala. Mereka akan merasakan panasnya yang tak terbayangkan, sebagai balasan yang setimpal atas kesyirikan dan kemunafikan mereka.
Seluruh amal perbuatan yang mereka lakukan di dunia—baik berupa sedekah, silaturahmi, atau kebaikan sosial lainnya—akan terhapus dan hilang lenyap pahalanya. Mengapa demikian? Karena amal tersebut tidak dilandasi oleh iman kepada Allah dan tidak ditujukan untuk mengharap wajah-Nya yang Mahamulia. Amal yang tidak tumbuh dari akar keimanan bagaikan bangunan di atas pasir yang mudah runtuh, atau seperti fatamorgana di padang pasir yang tampak seperti air dari kejauhan, namun ketika didekati, tiada apa-apa yang ditemukan.
Allah menegaskan bahwa segala yang mereka kerjakan adalah batal dan sia-sia. Ia tidak akan diterima di sisi Allah, tidak pula memberikan manfaat pada hari Kiamat. Sebab, syarat diterimanya amal ada dua: ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Keduanya tidak terpenuhi pada diri mereka.
Pelajaran dan Nasihat:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip yang sangat mendasar dalam kehidupan: bahwa nilai suatu amal sangat bergantung pada niat dan keimanan pelakunya. Betapa banyak orang yang sibuk berbuat baik, namun karena tidak dilandasi iman, semua usahanya sia-sia belaka. Sebaliknya, betapa mulianya seorang mukmin yang beramal sekecil apa pun, namun karena diniatkan untuk Allah, ia menjadi pemberat timbangan kebaikannya di akhirat.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin untuk senantiasa memperbaiki niat dalam setiap langkah kita. Jadikanlah keimanan kepada Allah dan hari akhir sebagai fondasi utama dalam beramal. Janganlah kita termasuk golongan yang disebut dalam ayat ini, yang beramal hanya untuk pujian manusia atau keuntungan dunia yang fana. Sungguh, dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal. Berbahagialah orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, karena ia akan meraih keberuntungan yang tiada tara di sisi Allah Yang Maha Pengasih.
📜 Ayat 14-18 — Hud
Terjemah — Hud 16
Surat Hud Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan…Surat Ayat 16/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








