Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Bī āyātinā: Dengan mukjizat-mukjizat Kami yang menunjukkan kebenaran risalahnya, seperti tongkat, tangan yang bercahaya, dan sembilan mukjizat lainnya.
- Ayyām Allāh: Hari-hari Allah, yaitu peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada umat-umat terdahulu, baik berupa nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat maupun azab yang menimpa orang-orang yang ingkar.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita tentang pengutusan Nabi Musa 'alaihissalam dengan membawa mukjizat-mukjizat yang nyata sebagai bukti kebenaran risalahnya. Allah memerintahkan Musa untuk mengajak kaumnya keluar dari kegelapan kekufuran dan kebodohan menuju cahaya iman dan ilmu. Ini adalah tugas para nabi: membawa manusia dari gelapnya syirik menuju terangnya tauhid.
Selain itu, Musa diperintahkan untuk mengingatkan kaumnya tentang hari-hari Allah, yakni peristiwa-peristiwa besar yang menunjukkan kekuasaan dan kasih sayang Allah. Di antaranya adalah nikmat-nikmat yang Allah limpahkan kepada mereka, seperti diselamatkannya mereka dari kejaran Firaun, terbelahnya lautan, dan turunnya makanan dari langit. Juga tentang azab yang menimpa umat-umat yang mendustakan rasul-rasul mereka, seperti kaum 'Ad, Tsamud, dan lainnya. Semua itu menjadi pelajaran berharga agar manusia mengambil ibrah dan tidak terlena dengan kehidupan dunia.
Sungguh, dalam peristiwa-peristiwa itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang sangat jelas bagi setiap hamba yang sabar dalam menaati Allah, menjauhi larangan-Nya, dan tabah menghadapi takdir-Nya, serta bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Orang yang memiliki dua sifat mulia ini — sabar dan syukur — adalah orang yang benar-benar mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Kesabaran menjadikannya teguh di jalan kebenaran, dan kesyukuran menjadikannya selalu dekat dengan Allah serta tidak pernah lupa akan kebaikan-Nya.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa ujian dan nikmat adalah dua sisi dari satu koin kehidupan. Orang mukmin yang cerdas adalah yang mampu menjadikan keduanya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Saat diuji, ia bersabar; saat diberi nikmat, ia bersyukur. Dengan demikian, hidupnya selalu dalam ketaatan dan keberkahan.
Marilah kita jadikan kisah Nabi Musa ini sebagai cermin. Sebagaimana Allah mengutus para nabi untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, maka kita pun diajak untuk senantiasa berada dalam cahaya iman, menjauhi segala bentuk kemusyrikan dan kemaksiatan, serta selalu mengingat hari-hari Allah agar hati kita tidak keras dan lalai. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang sabar dan syukur, serta memberikan kita taufik untuk selalu berada di jalan yang diridhai-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 3-7 — Ibrahim
Terjemah — Ibrahim 5
Surat Ibrahim Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami,…Surat Ayat 5/52 — Ibrahim إبراهيم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ibrahim Dengarkan, Ibrahim Terjemah, Ibrahim mp3, Ibrahim pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








