An-Nahl · 104/128
Terjemah Transliterasi — An-Nahl
إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ لَا يَهْدِيهِمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ۝١٠٤
Innal lazeena laa yu`minoona bi Aayaatil laahi laa yahdehimul laahu wa lahum `azaabun aleem
📖 Arti Bahasa Indonesia
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • Lā yu'minūna bi āyātillāh: Mereka yang tidak membenarkan dan tidak mempercayai tanda-tanda kebesaran Allah, khususnya ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ.
  • Lā yahdīhimullāh: Allah tidak memberikan taufik dan petunjuk kepada mereka untuk mencapai kebenaran.
  • ʿAdzābun alīm: Siksa yang sangat pedih dan menyakitkan di akhirat kelak.

Tafsir Ayat:

Ayat yang mulia ini berbicara tentang golongan manusia yang paling merugi, yaitu mereka yang menolak kebenaran ayat-ayat Allah dengan hati yang keras dan penuh kesombongan. Mereka tidak mau beriman kepada Al-Qur'an, tidak mau membenarkan bahwa ia benar-benar datang dari sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, padahal bukti-bukti kebenarannya begitu jelas dan nyata.

Ketika seseorang telah menutup pintu hatinya terhadap kebenaran, maka Allah pun tidak lagi memberikan taufik dan hidayah kepadanya. Ini bukan berarti Allah bersikap zalim, tetapi ini adalah konsekuensi logis dari sikap mereka sendiri yang memilih untuk berpaling dari cahaya petunjuk. Allah Maha Adil, dan keadilan-Nya menuntut bahwa orang yang bersikeras dalam kekufuran dan tidak mau menerima kebenaran, maka ia akan dibiarkan dalam kesesatannya. Sebagaimana matahari bersinar terang, namun orang yang menutup matanya rapat-rapat tidak akan pernah merasakan cahayanya.

Dan bagi mereka, di akhirat kelak, telah disediakan azab yang sangat pedih dan menyakitkan. Azab itu adalah buah dari keingkaran mereka selama di dunia. Mereka tidak hanya kehilangan kenikmatan iman di dunia, tetapi juga akan merasakan penderitaan yang tiada tara di akhirat.

Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Hidayah itu adalah anugerah terbesar dari Allah, dan ia diberikan kepada mereka yang benar-benar mencari dan menginginkannya dengan tulus. Allah tidak akan pernah menelantarkan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran. Sebaliknya, orang yang berpaling dan menolak kebenaran, maka ia akan kehilangan kesempatan emas untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Maka, marilah kita senantiasa membuka hati kita untuk menerima cahaya Al-Qur'an. Jadikanlah ia sebagai pedoman hidup kita, karena di dalamnya terdapat petunjuk yang sempurna untuk kebahagiaan kita di dunia dan keselamatan kita di akhirat. Jangan pernah biarkan kesombongan atau hawa nafsu menghalangi kita untuk tunduk kepada kebenaran. Ingatlah, bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang mau mendengar, merenungkan, dan mengamalkan ayat-ayat Allah dengan penuh keikhlasan. Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua ke jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari siksa yang pedih. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 102-106 — An-Nahl

102قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
103وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ ۗ لِّسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِينٌ
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.
104إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ لَا يَهْدِيهِمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.
105إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.
106مَن كَفَرَ بِاللَّهِ مِن بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
An-NahlIndeks Quran
128Ayat
MakkiyahRevelation
104Ayat

Terjemah — An-Nahl 104

Surat An-Nahl Ayat 104 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran),…

Surat Ayat 104/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 102–106. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu