Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- مَثَلًا: Perumpamaan atau pelajaran yang diambil dari suatu keadaan.
- قَرْيَةً: Negeri atau perkampungan, yang dimaksud di sini adalah kota Mekkah.
- آمِنَةً: Merasa aman dari serangan musuh dan gangguan.
- مُطْمَئِنَّةً: Tenang dan tenteram, tidak terusik oleh rasa takut atau kekhawatiran.
- رَغَدًا: Kehidupan yang lapang, mudah, dan melimpah tanpa kesulitan.
- فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ: Mengingkari nikmat-nikmat Allah dan tidak mensyukurinya, bahkan menyekutukan-Nya.
- لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ: Pakaian berupa kelaparan dan ketakutan; maksudnya azab yang menyelimuti mereka seperti pakaian yang menutupi tubuh.
- بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ: Disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri, yaitu kekufuran dan kemaksiatan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan sebuah perumpamaan yang sangat jelas dan menggugah hati tentang sebuah negeri yang sangat mulia di sisi Allah, yaitu kota Mekkah. Negeri itu dahulu dalam keadaan aman dan tenteram, penduduknya tidak merasa takut akan serangan musuh, dan hidup mereka tenang tanpa terusik. Rezeki datang kepada mereka dengan mudah dan melimpah dari segala penjuru, baik dari darat maupun dari laut, sehingga mereka hidup dalam kecukupan dan kemakmuran yang luar biasa.
Namun, alih-alih bersyukur kepada Allah yang telah memberikan segala kenikmatan itu, mereka justru mengingkari nikmat-nikmat Allah. Mereka menyekutukan Allah, mendustakan rasul-Nya, dan melakukan berbagai kemaksiatan. Maka Allah menghukum mereka dengan azab yang sangat pedih: Allah "mengenakan" kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan. Kelaparan melanda mereka hingga mereka terpaksa memakan bangkai dan kulit binatang, sementara ketakutan menyelimuti mereka dari segala arah, terutama ketika pasukan dan utusan Rasulullah ﷺ mulai mengepung dan mengancam mereka.
Azab ini bukanlah datang secara zalim, melainkan sebagai akibat langsung dari perbuatan mereka sendiri. Mereka sendiri yang menjerumuskan diri mereka ke dalam kehancuran dengan kekufuran dan kedurhakaan mereka. Sungguh, ini adalah pelajaran berharga bagi setiap umat: nikmat Allah yang agung harus dijaga dengan syukur dan ketaatan, bukan dihancurkan dengan kekufuran dan kesombongan.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kita sebuah prinsip kehidupan yang sangat penting: kenikmatan yang Allah berikan adalah amanah yang harus disyukuri. Ketika sebuah masyarakat atau individu diberikan keamanan, ketenteraman, dan rezeki yang melimpah, maka kewajiban mereka adalah mempertahankan nikmat itu dengan iman, syukur, dan amal saleh. Sebaliknya, jika nikmat itu disambut dengan kekufuran dan kemaksiatan, maka Allah akan mencabut nikmat tersebut dan menggantinya dengan azab yang menyakitkan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin bagi diri kita. Kita hidup di negeri yang penuh dengan keamanan dan rezeki yang berlimpah. Jangan sampai kita termasuk golongan yang lupa diri, mengingkari nikmat Allah, dan akhirnya kehilangan semua yang kita miliki. Bersyukurlah dengan hati, lisan, dan perbuatan. Jadikan ketaatan kepada Allah sebagai jalan untuk menjaga dan melipatgandakan nikmat-Nya. Sungguh, Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang bersyukur.
📜 Ayat 110-114 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 112
Surat An-Nahl Ayat 112 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang…Surat Ayat 112/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 110–114. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








