Al-Baqarah · 74/286
Terjemah Transliterasi — Al-Baqarah
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ ۝٧٤
Summa qasat quloobukum mim ba`di zaalika fahiya kalhijaarati aw-ashaadu qaswah; wa inna minal hijaarati lamaa yatafajjaru minhul anhaar; wa inna minhaa lamaa yash shaqqaqu fayakhruju minhul maaa`; wa inna minhaa lamaa yahbitu min khashyatil laa; wa mal laahu bighaafilin `ammaa ta`maloon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • قَسَتْ (qasat): Menjadi keras dan kering, tidak lagi lunak dan menerima kebenaran.
  • يَتَفَجَّرُ (yatafajjaru): Terbelah dan memancar dengan deras, sehingga airnya mengalir menjadi sungai-sungai.
  • يَشَّقَّقُ (yasysyaqqaqu): Terbelah-retak menjadi beberapa bagian, lalu keluarlah mata air darinya.
  • يَهْبِطُ (yahbithu): Turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.
  • خَشْيَةِ (khasyyah): Rasa takut yang disertai pengagungan dan penghormatan yang mendalam.

Tafsir Ayat:

Wahai Bani Israil, setelah kalian menyaksikan mukjizat-mukjizat yang begitu agung—seperti terbelahnya laut, turunnya manna dan salwa, serta gunung yang diangkat di atas kepala kalian saat perjanjian diambil—namun hati kalian tetap saja membatu. Bahkan lebih parah dari batu! Hati kalian tidak pernah lunak, tidak pernah tersentuh oleh nasihat, dan tidak pernah tunduk kepada kebenaran yang sudah begitu jelas.

Padahal, batu yang keras itu pun memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh hati kalian. Ada batu yang terbelah lalu memancarkan sungai-sungai yang mengalir deras memberi kehidupan. Ada batu yang retak lalu keluarlah mata air yang jernih darinya, memberi minum manusia dan hewan. Bahkan ada batu yang jatuh dari puncak gunung karena takut dan khusyuk kepada Allah—batu yang tidak berakal pun tunduk kepada kebesaran Allah, sementara hati kalian yang berakal justru tidak mau tunduk!

Inilah sebuah pelajaran yang sangat dalam: hati yang keras adalah hati yang tidak mau menerima kebenaran, tidak mau menangis karena dosa, dan tidak mau bergetar ketika mendengar ayat-ayat Allah. Hati seperti ini lebih buruk daripada batu, karena batu masih bisa memberi manfaat dan masih bisa tunduk kepada Allah, sedangkan hati yang keras hanya membawa kerugian bagi pemiliknya.

Allah menutup ayat ini dengan peringatan yang sangat tegas: "Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kalian kerjakan." Ini adalah ancaman sekaligus janji. Tidak ada satu pun perbuatan kalian yang luput dari pengawasan Allah. Setiap amal akan dicatat, dan setiap perbuatan akan mendapat balasannya.


Renungan dan Nasihat:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah pengingat yang sangat berharga bagi kita semua. Hati adalah pusat kebaikan dan keburukan seseorang. Jika hati kita keras, maka seluruh anggota badan akan sulit untuk taat. Oleh karena itu, jagalah hati kita agar tetap lembut dan hidup. Caranya adalah dengan:

  • Selalu membaca dan merenungkan Al-Qur'an, karena ia adalah obat bagi hati yang keras.
  • Memperbanyak dzikir kepada Allah, karena dengan berdzikir hati menjadi tenang.
  • Menangis karena takut kepada Allah, karena air mata keikhlasan akan melunakkan hati yang membatu.
  • Bergaul dengan orang-orang saleh yang mengingatkan kita kepada akhirat.

Jangan biarkan hati kita menjadi lebih keras dari batu. Karena batu yang keras pun masih bisa memancarkan air, sedangkan hati yang keras tidak akan memancarkan kebaikan apa pun. Semoga Allah melunakkan hati kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang khusyuk dan taat. Aamiin.



📜 Ayat 72-76 — Al-Baqarah

72وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا ۖ وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ
Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.
73فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا ۚ كَذَٰلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَىٰ وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.
74ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
75۞ أَفَتَطْمَعُونَ أَن يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِن بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.
76وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُم بِهِ عِندَ رَبِّكُمْ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: "Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"
Al-BaqarahIndeks Quran
286Ayat
MadaniyahRevelation
74Ayat

Terjemah — Al-Baqarah 74

Surat Al-Baqarah Ayat 74 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih…

Surat Ayat 74/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 72–76. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu