Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Lam yahdi (لَمْ يَهْدِ): Tidakkah menjadi petunjuk/penjelas.
- Al-Qurūn (الْقُرُونِ): Generasi-generasi atau umat-umat terdahulu.
- Yamsyūna (يَمْشُونَ): Mereka berjalan/melewati.
- Masākinihim (مَسَاكِنِهِمْ): Tempat tinggal/kediaman mereka (yang telah hancur).
- Ulī an-nuhā (أُولِي النُّهَى): Orang-orang yang memiliki akal sehat dan pikiran yang jernih.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum musyrikin Quraisy, tidakkah kalian mengambil pelajaran dan petunjuk dari banyaknya umat-umat terdahulu yang telah Kami binasakan karena kedurhakaan mereka? Mereka itulah kaum-kaum yang pernah mendiami bumi ini dengan kekuatan dan peradaban yang megah, namun kini tinggal puing-puing kehancuran. Kalian sendiri sering berjalan melewati bekas-bekas tempat tinggal mereka ketika bepergian, menyaksikan sendiri sisa-sisa kehancuran yang menimpa mereka. Kalian melihat bekas rumah kaum Tsamud, negeri kaum Luth, dan perkampungan kaum 'Ad yang telah rata dengan tanah.
Sungguh, dalam peristiwa kehancuran umat-umat terdahulu yang kalian saksikan bekasnya itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat jelas dan pelajaran yang amat berharga bagi orang-orang yang berakal sehat. Mereka yang menggunakan pikirannya akan mengambil ibrah dari kisah tersebut, lalu beriman dan bertakwa kepada Allah. Namun orang-orang yang hatinya telah tertutup, mereka tidak mampu mengambil pelajaran meskipun bukti-bukti telah terhampar di depan mata.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk senantiasa membuka mata hati dan menggunakan akal sehat dalam menyikapi setiap peristiwa. Allah tidak pernah membiarkan kezaliman berlangsung tanpa balasan. Sejarah telah mencatat bagaimana umat-umat yang sombong dan mendustakan kebenaran akhirnya binasa. Kini, bekas-bekas kehancuran mereka menjadi saksi bisu akan kebenaran janji Allah.
Marilah kita jadikan kisah-kisah masa lalu sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai orang-orang yang berjalan di muka bumi tetapi hatinya buta untuk mengambil pelajaran. Sesungguhnya orang yang berakal adalah ia yang senantiasa merenungkan ciptaan Allah dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita hati yang hidup, akal yang jernih, dan keimanan yang kokoh agar kita termasuk golongan ulil albab yang disebut dalam ayat ini. Aamiin.
📜 Ayat 126-130 — Taha
Terjemah — Taha 128
Surat Taha Ayat 128 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya…Surat Ayat 128/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 126–130. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








