Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Fa'tiyāhu: Datanglah kalian berdua kepadanya (Fir'aun).
- Rasūlā Rabbika: Kami berdua adalah utusan Tuhanmu.
- Fa arsil ma'anā: Maka lepaskanlah/bebaskanlah bersama kami.
- Lā tu'adzdzibhum: Janganlah engkau menyiksa mereka (Bani Israil).
- Āyah: Mukjizat/bukti yang nyata.
- As-Salāmu 'alā man ittaba'al-hudā: Keselamatan (dari azab Allah) bagi orang yang mengikuti petunjuk.
Tafsir:
Wahai saudaraku seislam, renungkanlah betapa agungnya ayat ini! Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimassalam untuk menghadap Fir'aun yang sangat zalim dan sombong. Padahal Fir'aun adalah raja yang mengaku dirinya sebagai tuhan, dan Bani Israil berada dalam cengkeraman kekejamannya—anak-anak lelaki mereka disembelih, dan perempuan-perempuan mereka dijadikan pembantu paksa.
Namun lihatlah, Allah memerintahkan kedua nabi-Nya untuk mendatangi Fir'aun dengan penuh keberanian, karena Allah telah berfirman: "Sesungguhnya Aku bersama kalian berdua, Aku mendengar dan melihat." Maka mereka pun datang dan berkata dengan tegas namun santun: "Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu." Bukan utusan untuk diri kami sendiri, tetapi utusan dari Rabb yang menciptakanmu, wahai Fir'aun. Maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami, dan janganlah engkau terus menyiksa mereka dengan pekerjaan-pekerjaan berat yang menyengsarakan.
Kemudian mereka menyampaikan kabar yang menenangkan: "Sungguh, kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (mukjizat) dari Tuhanmu." Yaitu tongkat yang berubah menjadi ular besar dan tangan yang bersinar putih—sebagai tanda kebenaran risalah mereka. Dan mereka menutup seruannya dengan kalimat yang penuh hikmah: "Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk." Maksudnya, barang siapa yang mengikuti petunjuk Allah—yaitu tauhid dan iman—maka ia akan selamat dari azab Allah di dunia dan akhirat.
Ayat ini mengajarkan kita beberapa pelajaran berharga:
- Keberanian dalam kebenaran: Dakwah tidak boleh gentar menghadapi penguasa zalim, karena Allah selalu bersama para da'i yang ikhlas.
- Kelembutan dalam penyampaian: Meskipun menghadapi Fir'aun yang kejam, seruan tetap disampaikan dengan kata-kata yang baik dan penuh hikmah.
- Prioritas dakwah: Membebaskan manusia dari perbudakan dan kezaliman adalah bagian dari misi para rasul.
- Janji keselamatan bagi pengikut petunjuk: Inilah kabar gembira bagi siapa saja yang mau beriman dan mengikuti jalan Allah—keselamatan hakiki menantinya.
Saudaraku, betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu menyampaikan kebenaran dengan bijaksana, tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah, dan senantiasa mengajak manusia menuju keselamatan. Mari kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk berani berkata benar, menyayangi sesama, dan mengajak kepada kebaikan dengan cara yang paling baik. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti petunjuk dan memperoleh keselamatan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 45-49 — Taha
Terjemah — Taha 47
Surat Taha Ayat 47 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah: "Sesungguhnya kami…Surat Ayat 47/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 45–49. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








