Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- كَذَّبَ: mendustakan ayat-ayat Allah dan risalah para rasul.
- تَوَلَّى: berpaling dan berpaling dari kebenaran, tidak mau menerima dan tidak mau mengamalkannya.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba-hamba Allah yang dikasihi! Renungkanlah firman Allah ini yang disampaikan oleh Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimassalam kepada Fir'aun yang sombong lagi bengis. Kedua nabi yang mulia ini berkata: "Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa azab Allah yang pedih di dunia dan di akhirat itu pasti menimpa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, mendustakan risalah para rasul, serta berpaling dari kebenaran dan tidak mau mengikutinya."
Ayat ini merupakan peringatan yang sangat tegas dari Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa barangsiapa yang mendustakan wahyu Allah dan berpaling dari petunjuk-Nya, maka ia akan mendapatkan azab yang tidak ada tandingannya. Namun di balik peringatan ini, tersembunyi kabar gembira yang sangat besar bagi orang-orang yang beriman dan mengikuti petunjuk Allah, yaitu mereka akan selamat dari azab tersebut dan mendapatkan kebahagiaan yang abadi.
Saudaraku yang dirahmati Allah! Perhatikanlah bagaimana para nabi menyampaikan kebenaran dengan penuh keberanian dan kelembutan. Mereka tidak gentar menghadapi kezaliman Fir'aun, karena mereka yakin bahwa Allah bersama mereka. Begitu pula kita sebagai umat Islam, hendaknya kita selalu berpegang teguh pada kebenaran, tidak takut kepada celaan orang-orang yang mencela, dan senantiasa berdakwah kepada kebaikan dengan hikmah dan kebijaksanaan.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa keselamatan itu hanya ada pada iman dan ketaatan, bukan pada kekuasaan, harta, atau kedudukan. Fir'aun yang memiliki kekuasaan dan kekayaan yang melimpah tetap binasa karena kekufurannya, sedangkan Musa dan Harun yang hidup dalam kesederhanaan namun beriman kepada Allah, mereka selamat dan mulia di sisi Allah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bagi diri kita untuk senantiasa menjauhi sikap mendustakan kebenaran dan berpaling dari petunjuk Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Dia membuka pintu taubat bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya sebelum datangnya azab. Maka bersegeralah menuju ketaatan, perbanyaklah istighfar, dan janganlah sekali-kali kita berpaling dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, karena di sanalah sumber kebahagiaan dunia dan akhirat.
📜 Ayat 46-50 — Taha
Terjemah — Taha 48
Surat Ayat 48/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








