Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- آمَنْتُمْ لَهُ: Kalian telah beriman dan membenarkan Musa.
- لَكَبِيرُكُمُ: Pemimpin dan guru kalian yang agung.
- مِنْ خِلَافٍ: Bersilang, yaitu memotong tangan kanan dan kaki kiri.
- فِي جُذُوعِ النَّخْلِ: Pada batang-batang pohon kurma, maksudnya kalian akan disalib di atasnya.
- أَبْقَى: Lebih kekal dan lebih lama.
Tafsir Ayat:
Ketika para penyihir itu tersungkur sujud dan menyatakan keimanan mereka kepada Allah, Tuhan semesta alam, serta kepada Nabi Musa 'alaihis salam, Fir'aun pun diliputi kemarahan yang sangat dahsyat. Ia tidak menyangka bahwa rencananya akan berbalik menjadi kekalahan telak. Dengan nada penuh kemarahan dan ancaman, ia berkata kepada mereka, "Apakah kalian beriman kepada Musa sebelum aku mengizinkan kalian?!" Ia menganggap tindakan mereka sebagai pembangkangan terhadap kekuasaannya yang absolut.
Fir'aun kemudian menuduh mereka dengan tuduhan yang keji, "Sesungguhnya Musa ini adalah pemimpin kalian yang telah mengajarkan sihir kepada kalian!" Ia berusaha memutarbalikkan fakta, seolah-olah apa yang terjadi hanyalah konspirasi antara Musa dan para penyihir, padahal mereka sama sekali tidak pernah bertemu sebelumnya. Ini adalah tipu daya Fir'aun untuk meragukan kebenaran di hadapan rakyatnya.
Kemudian ia melontarkan ancaman yang mengerikan, "Sungguh, aku akan memotong tangan dan kaki kalian secara bersilang, tangan kanan dan kaki kiri kalian, kemudian aku akan menyalib kalian di atas batang-batang pohon kurma. Dan kalian akan benar-benar mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya: aku atau Tuhan Musa?" Ia ingin menakut-nakuti mereka dengan siksaan duniawi yang mengerikan.
Namun, para penyihir itu telah merasakan manisnya iman dan cahaya kebenaran telah memenuhi hati mereka. Mereka tidak gentar sedikit pun dengan ancaman Fir'aun, karena mereka telah yakin bahwa apa yang mereka saksikan adalah mukjizat dari Allah, bukan sihir belaka. Mereka lebih memilih siksaan yang fana di dunia daripada murka Allah yang kekal di akhirat.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang kekuatan iman. Para penyihir yang sebelumnya adalah musuh Nabi Musa, dalam sekejap berubah menjadi pendukung setia kebenaran. Mereka membuktikan bahwa ketika hati telah tersentuh oleh cahaya iman, maka tidak ada ancaman, siksaan, maupun tipu daya yang mampu menggoyahkannya. Mereka lebih memilih keselamatan akhirat yang kekal daripada kenikmatan dunia yang semu.
Kisah ini juga menunjukkan bahwa kebenaran akan selalu menang meskipun dihadang oleh kebatilan dengan segala kekuatannya. Fir'aun dengan segala kekuasaan dan kesombongannya tidak mampu membendung kebenaran yang tampak jelas. Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu menjaga hamba-hamba-Nya yang beriman dan berpegang teguh pada kebenaran. Sungguh, betapa indahnya jika kita mampu meneladani keteguhan para penyihir itu dalam mempertahankan keimanan, meskipun harus menghadapi cobaan yang sangat berat.
📜 Ayat 69-73 — Taha
Terjemah — Taha 71
Surat Ayat 71/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 69–73. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








