Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا: Para penyihir itu menjatuhkan diri mereka ke tanah dalam keadaan bersujud. Kata "أُلْقِيَ" menunjukkan bahwa mereka tersungkur dengan cepat dan penuh keyakinan, bukan karena paksaan, melainkan karena tersentuh hatinya oleh kebenaran yang nyata.
- آمَنَّا: Kami beriman, yaitu pembenaran yang tulus dan penuh keyakinan kepada Allah.
- بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى: Dengan Tuhan yang menguasai, memelihara, dan mendidik Nabi Harun dan Nabi Musa, yaitu Allah Rabb semesta alam.
Tafsir Ayat:
Setelah Nabi Musa melemparkan tongkatnya, tongkat itu berubah menjadi ular besar yang dengan cepat menelan seluruh tali dan tongkat para penyihir yang mereka sulap sehingga tampak seperti ular bergerak. Saat itu, kebenaran tampak jelas dan batil pun hancur sehancur-hancurnya. Para penyihir yang ahli itu—mereka yang paling paham tentang ilmu sulap—menyadari bahwa apa yang dilakukan Musa bukanlah sihir, karena sihir mustahil bisa menelan sihir lain dan mengubahnya menjadi ketiadaan. Mereka pun langsung tersungkur sujud, bukan karena paksaan, melainkan karena cahaya kebenaran telah menembus hati mereka. Mereka berkata dengan lisan yang penuh keyakinan: "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam, Tuhan yang mengutus dan memelihara Harun dan Musa."
Mereka tidak berkata "kami beriman kepada Musa" saja, tetapi menyebut "Tuhan Harun dan Musa" karena mereka melihat bahwa dakwah Musa dan Harun adalah satu, dan keduanya adalah hamba-hamba pilihan Allah yang membawa kebenaran yang sama. Ini juga menunjukkan bahwa keimanan mereka bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi keimanan yang lahir dari kesaksian mata dan hati yang jernih.
Sentuhan Dakwah:
Sungguh indah pemandangan yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an ini! Orang-orang yang datang untuk mengalahkan kebenaran justru menjadi orang pertama yang bersujud kepada kebenaran. Mereka yang semula menjadi musuh, dalam sekejap menjadi kekasih Allah. Inilah bukti bahwa hidayah itu di tangan Allah, diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, meskipun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa hati yang jujur dan ikhlas dalam mencari kebenaran akan selalu dibukakan oleh Allah. Para penyihir itu tidak bersikeras mempertahankan kebatilan demi kepentingan dunia, tetapi mereka tunduk pada kebenaran yang jelas. Maka, wahai saudaraku, janganlah pernah ragu untuk menerima kebenaran meskipun itu datang dari orang yang tidak kita sukai. Dan janganlah takut untuk meninggalkan kebatilan meskipun kita sudah lama berada di dalamnya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima tobat. Pintu hidayah selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh mencarinya. Semoga kita termasuk golongan yang hatinya lapang menerima kebenaran dan istiqamah di atasnya, sebagaimana para penyihir yang mulia itu.
📜 Ayat 68-72 — Taha
Terjemah — Taha 70
Surat Taha Ayat 70 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami…Surat Ayat 70/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 68–72. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








