Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَأَذِّنْ: Umumkanlah, serukanlah dengan suara yang lantang dan jelas.
- رِجَالًا: Orang-orang yang berjalan kaki.
- ضَامِرٍ: Unta yang kurus karena perjalanan jauh, bukan karena kurus karena sakit atau kurang makan, tetapi kurus karena penat dan letih setelah menempuh perjalanan yang jauh.
- فَجٍّ عَمِيقٍ: Jalan yang jauh dan dalam (jauh jaraknya dari segala penjuru).
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Ibrahim, setelah engkau selesai membangun Baitullah bersama putramu Ismail, maka umumkanlah kepada seluruh umat manusia seruan untuk menunaikan ibadah haji ke rumah suci ini. Panggillah mereka dengan suara yang lantang dan seruan yang jelas, agar mereka datang berbondong-bondong dari segala penjuru bumi, ada yang berjalan kaki dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, dan ada pula yang datang mengendarai unta-unta yang telah kurus karena menempuh perjalanan jauh yang melelahkan. Mereka datang dari setiap lembah dan jalan yang dalam, dari berbagai negeri yang jauh, dengan penuh kerinduan dan harapan untuk memenuhi panggilan Allah.
Seruan ini bukanlah seruan biasa, melainkan seruan yang menggema hingga ke seluruh penjuru alam, menembus ruang dan waktu. Maka setiap orang yang terpanggil hatinya akan bergegas memenuhi undangan Allah ini, meninggalkan kampung halaman, harta benda, dan kesenangan duniawi, demi meraih kemuliaan di sisi-Nya. Mereka datang dengan berbagai keadaan: ada yang muda, tua, kaya, miskin, berkulit putih, hitam, dari berbagai bangsa dan bahasa, semuanya bersatu dalam satu panggilan: "Labbaik Allahumma Labbaik..."
Mereka datang bukan hanya untuk sekedar mengunjungi tempat suci, melainkan untuk meraih berbagai manfaat yang besar: pengampunan dosa-dosa, pahala yang berlipat ganda dari setiap amal ibadah yang dilakukan, serta keberkahan dalam urusan dunia mereka melalui perdagangan dan interaksi yang halal di musim haji. Di sana mereka juga diperintahkan untuk menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan, yaitu tanggal sepuluh Dzulhijjah dan tiga hari sesudahnya (hari Tasyriq), ketika menyembelih hewan kurban berupa unta, sapi, atau kambing sebagai wujud syukur atas segala nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya. Dari hewan kurban itu, mereka dianjurkan untuk memakannya dan memberi makan kepada orang-orang fakir yang sangat membutuhkan, sehingga tercipta kebersamaan dan kepedulian sosial di antara umat Islam.
Pesan Dakwah:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita tentang keagungan ibadah haji sebagai salah satu rukun Islam yang agung. Seruan Nabi Ibrahim ini adalah seruan yang abadi, dan setiap muslim yang mampu sesungguhnya sedang dipanggil oleh Allah untuk memenuhi undangan ini. Maka janganlah kita menunda-nunda ketika telah memiliki kemampuan, karena haji adalah perjalanan cinta yang menghapus dosa-dosa dan mengembalikan kita kepada fitrah yang suci, bagaikan bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibunya.
Marilah kita tanamkan dalam hati kita kerinduan yang mendalam untuk mengunjungi Baitullah, tempat yang paling dicintai Allah di muka bumi ini. Dan bagi yang belum berkesempatan, perbanyaklah doa dan persiapkan diri dengan ilmu dan harta yang halal, karena siapa yang bersungguh-sungguh mencari kebaikan, Allah akan memudahkan jalannya. Semoga Allah mempertemukan kita semua di tanah suci, di hadapan Ka'bah yang mulia, dan menerima segala amal ibadah kita. Aamiin.
📜 Ayat 25-29 — Al-Hajj
Terjemah — Al-Hajj 27
Surat Ayat 27/78 — Al-Hajj الحج (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hajj Dengarkan, Al-Hajj Terjemah, Al-Hajj mp3, Al-Hajj pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








