Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- الْمَلَأُ: Para pembesar dan pemuka kaum yang disegani.
- أَتْرَفْنَاهُمْ: Kami berikan mereka kehidupan yang mewah, senang, dan berkecukupan sehingga mereka larut dalam kenikmatan duniawi.
- بِلِقَاءِ الْآخِرَةِ: Dengan pertemuan akhirat, yakni hari kebangkitan dan pembalasan.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengisahkan kepada kita tentang sikap para pemuka kaum Nabi Nuh 'alaihis salam. Mereka adalah orang-orang yang kufur kepada Allah, mengingkari hari akhirat, dan mendustakan pertemuan dengan Rabb mereka. Allah telah memberikan kepada mereka kenikmatan hidup yang melimpah di dunia—harta, kekuasaan, dan kemewahan—namun justru kenikmatan itu menjadi sebab kesombongan dan keangkuhan mereka. Mereka tidak bersyukur, malah semakin jauh dari kebenaran.
Dengan penuh kesombongan, mereka berkata kepada pengikut-pengikutnya tentang Nabi Nuh: "Orang ini tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kalian. Dia makan dari apa yang kalian makan, dan minum dari apa yang kalian minum. Tidak ada keistimewaan padanya yang menjadikannya layak menjadi utusan Allah untuk kita."
Mereka mengukur kerasulan dengan ukuran duniawi yang sempit. Mereka tidak dapat menerima bahwa Allah memilih seorang manusia biasa sebagai rasul, padahal justru itulah hikmah Allah—agar manusia dapat berkomunikasi langsung dengan rasulnya, belajar darinya, dan meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Seandainya rasul itu malaikat, manusia tidak akan mampu mengikuti dan meneladaninya.
Saudaraku, renungkanlah betapa hinanya alasan mereka. Mereka menolak kebenaran hanya karena sang pembawa kebenaran itu makan dan minum seperti mereka. Padahal, bukankah justru dengan sifat kemanusiaan itulah kita dapat meneladani beliau dalam segala aspek kehidupan? Dari cara makan, minum, tidur, bermuamalah, hingga beribadah—semuanya bisa kita contoh.
Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak tertipu oleh kemewahan dunia dan tidak meremehkan seseorang hanya karena penampilan atau status sosialnya. Kebenaran datang dari Allah, bukan dari siapa yang menyampaikannya. Maka, jadilah hamba yang rendah hati, mau menerima kebenaran dari siapa pun, dan jangan biarkan kenikmatan dunia menjadikan kita sombong dan menolak petunjuk Allah. Sungguh, akhirat lebih baik dan lebih kekal bagi mereka yang bertakwa.
📜 Ayat 31-35 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 33
Surat Al-Mu'minun Ayat 33 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang…Surat Ayat 33/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 31–35. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








