Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَكَذَّبْتُم = Apakah kalian telah mendustakan?
- بِآيَاتِي = Dengan ayat-ayat-Ku (bukti-bukti dan tanda-tanda kekuasaan-Ku).
- وَلَمْ تُحِيطُوا بِهَا عِلْمًا = Padahal kalian tidak meliputi (mengetahui) hakikatnya dengan ilmu yang mendalam.
- أَمَّاذَا = Atau apakah (sesuatu apa) yang...
- كُنتُمْ تَعْمَلُونَ = Yang biasa kalian kerjakan (di dunia dahulu).
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan suasana hari kiamat yang sangat agung dan menakutkan. Allah ﷻ berfirman bahwa manusia akan terus digiring menuju tempat perhitungan dan pembalasan, hingga apabila mereka telah sampai di hadapan Allah ﷻ, maka Allah berfirman kepada mereka dengan nada mencela dan menghardik: *"Apakah kalian telah mendustakan ayat-ayat-Ku?"* — yakni bukti-bukti kekuasaan-Ku, kitab-kitab yang Aku turunkan, dan rasul-rasul yang Aku utus — *"padahal kalian tidak meliputi ilmunya?"* Maksudnya, kalian mendustakan sesuatu yang kalian tidak ketahui hakikatnya sama sekali. Kalian tidak pernah merenungkan, tidak pernah memikirkan, dan tidak pernah berusaha memahami kebenarannya. Kalian mendustakan dengan kebodohan dan keangkuhan, bukan berdasarkan ilmu atau dalil.
Kemudian Allah ﷻ berfirman: *"Atau apakah yang biasa kalian kerjakan?"* Ini adalah pertanyaan yang sangat tajam untuk membungkam mereka. Artinya: Apa sebenarnya yang kalian perbuat di dunia dahulu? Apakah kalian beramal saleh? Apakah kalian mengikuti petunjuk? Tentu tidak! Yang kalian lakukan hanyalah kedustaan, kezaliman, dan kesesatan. Maka pada saat itu, mereka tidak mampu menjawab apa pun, dan mereka tidak memiliki alasan atau hujah untuk membela diri. Keputusan azab pun berlaku atas mereka dengan pasti disebabkan kezaliman dan kedustaan mereka.
Nasihat dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa agungnya keadilan Allah ﷻ. Allah tidak pernah menghukum seseorang kecuali setelah tegaknya hujah dan jelasnya kebenaran. Namun, betapa banyak di antara kita yang mendustakan kebenaran tanpa mau mengkajinya terlebih dahulu? Betapa banyak yang menolak Al-Qur'an dan sunnah tanpa pernah membacanya, tanpa pernah merenungkan isinya?
Ayat ini mengajak kita untuk bersikap adil terhadap diri kita sendiri. Sebelum menolak sesuatu, pelajarilah. Sebelum mendustakan, renungkanlah. Al-Qur'an adalah kitab yang penuh petunjuk, dan Islam adalah agama yang lurus. Allah ﷻ tidak meminta kita untuk beriman secara buta, tetapi Dia memerintahkan kita untuk berpikir, merenung, dan mencari kebenaran dengan hati yang jujur.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa setiap langkah kita di dunia ini akan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kita termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah tanpa ilmu, lalu menyesal di hari yang tiada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri. Mari kita buka hati, renungkan keindahan Islam, dan berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan sunnah sebelum datang hari di mana penyesalan tidak lagi berguna. Semoga Allah ﷻ meneguhkan kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari siksa-Nya yang pedih. Aamiin.
📜 Ayat 82-86 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 84
Surat Ayat 84/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 82–86. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








