Al-Qasas · 23/88
Terjemah Transliterasi — Al-Qasas
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ الرِّعَاءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ ۝٢٣
Wa lammaa warada maaa`a Madyana wajada `alaihi ummatam minannaasi yasqoona wa wajada min doonihimum ra ataini tazoodaani qaala maa khatubkumaa qaalataa laa nasqee hataa yusdirar ri`aaa`u wa aboonaa shaikhun kabeer
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya".

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ: Tiba di sumber air (sumur) penduduk Madyan.
  • أُمَّةً مِنَ النَّاسِ: Sekelompok manusia yang banyak.
  • تَذُودَانِ: Menahan dan menghalangi (ternaknya) agar tidak masuk bercampur dengan ternak lain.
  • مَا خَطْبُكُمَا: Apa urusan dan keadaan kalian berdua?
  • يُصْدِرَ الرِّعَاءُ: Para penggembala selesai memberi minum ternak mereka dan membawanya pulang.

Tafsir Lengkap:

Ketika Nabi Musa 'alaihissalam sampai di sumber air negeri Madyan setelah perjalanan panjang yang melelahkan, beliau mendapati sekumpulan besar orang sedang memberi minum ternak mereka. Di dekat mereka, beliau melihat dua orang wanita yang sedang menahan kambing-kambing mereka agar tidak mendekati air, berdiri menjauh dari keramaian. Beliau merasa iba dan bertanya kepada keduanya, "Ada apa dengan kalian berdua? Mengapa kalian tidak ikut memberi minum ternak kalian bersama orang-orang itu?"

Kedua wanita itu menjawab dengan jujur dan penuh kesopanan, "Kami tidak memberi minum ternak kami sampai semua penggembala itu selesai dan pergi, karena kami tidak mampu berdesak-desakan dengan kaum laki-laki. Dan ayah kami adalah seorang yang sudah sangat tua renta, tidak sanggup lagi menggembala dan memberi minum ternak."

Ayat ini mengajarkan kepada kita betapa mulianya akhlak Nabi Musa yang menolong dua wanita lemah yang sedang kesulitan. Beliau tidak menunggu diminta, tetapi langsung tergerak hatinya untuk membantu. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua: seorang mukmin sejati adalah yang peka terhadap kesulitan orang lain, terutama mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan.

Kisah ini juga menunjukkan betapa indahnya sifat menjaga diri dan kehormatan yang ditunjukkan oleh kedua wanita tersebut. Mereka memilih menunggu daripada bercampur dengan laki-laki asing, meskipun itu berarti mereka harus menunggu lebih lama. Sungguh, inilah akhlak mulia yang diajarkan Islam: menjaga batas-batas pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, demi kemurnian hati dan kehormatan diri.

Subhanallah, betapa Allah selalu menyiapkan jalan keluar bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Musa yang datang sebagai orang asing yang kelelahan, justru dipertemukan dengan keluarga yang baik dan kemudian membawanya kepada kehidupan yang lebih tenang. Ini mengajarkan kita bahwa pertolongan Allah datang dari arah yang tidak kita duga, selama kita tetap berbuat baik dan menjaga akhlak di mana pun berada.



📜 Ayat 21-25 — Al-Qasas

21فَخَرَجَ مِنْهَا خَائِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu".
22وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَاءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّي أَن يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ
Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdoa (lagi): "Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar".
23وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِن دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ الرِّعَاءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ
Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya".
24فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku".
25فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu".
Al-QasasIndeks Quran
88Ayat
MakkiyahRevelation
23Ayat

Terjemah — Al-Qasas 23

Surat Al-Qasas Ayat 23 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia…

Surat Ayat 23/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu