Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- فَبَغَى عَلَيْهِمْ: berlaku sombong, angkuh, dan melampaui batas terhadap kaumnya.
- الْكُنُوزِ: harta benda yang ditumpuk dan disimpan.
- مَفَاتِحَهُ: kunci-kunci gudang harta tersebut.
- لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ: benar-benar berat sehingga menyulitkan sekelompok orang yang kuat untuk mengangkatnya.
- لَا تَفْرَحْ: janganlah bergembira dengan sombong dan angkuh (firah).
- الْفَرِحِينَ: orang-orang yang bergembira dengan batil, sombong, dan tidak bersyukur.
Tafsir:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, mari kita renungkan bersama kisah Qarun yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran berharga bagi kita semua. Qarun adalah orang yang berasal dari kaum Nabi Musa 'alaihissalam, bahkan sebagian ulama menyebutnya sebagai sepupu Nabi Musa sendiri. Namun, betapa menyedihkannya, ia justru berlaku sombong dan melampaui batas terhadap kaumnya. Ia membanggakan diri, menindas, dan bahkan mendustakan risalah yang dibawa oleh Nabi Musa.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menganugerahkan kepadanya harta kekayaan yang luar biasa banyaknya. Sampai-sampai kunci-kunci gudang harta bendanya saja begitu berat, sehingga untuk membawanya diperlukan sekelompok orang yang kuat dan perkasa. Ini menggambarkan betapa melimpahnya kekayaan duniawi yang Allah berikan kepadanya. Namun sayang, nikmat yang begitu besar itu tidak menjadikannya rendah hati, justru semakin menjerumuskannya ke dalam kesombongan.
Di tengah kesombongannya itu, datanglah nasihat dari kaumnya yang beriman. Mereka berkata dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan: "Janganlah engkau terlalu bergembira dengan sombong dan angkuh atas harta yang engkau miliki! Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang bergembira dengan kesombongan dan tidak mensyukuri nikmat-Nya."
Nasihat ini adalah nasihat yang sangat berharga. Mereka mengingatkan Qarun bahwa kegembiraan yang melampaui batas, yang melahirkan kesombongan dan keangkuhan, adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah. Orang-orang yang bersikap demikian, yang berbangga diri dengan harta dan melupakan Sang Pemberi Nikmat, adalah orang-orang yang dimurkai Allah dan akan mendapatkan azab-Nya.
Saudaraku sekalian, kisah ini memberikan pelajaran yang sangat dalam bagi kita. Harta dan kekayaan adalah ujian, bukan tujuan hidup. Ketika Allah memberikan kita rezeki yang melimpah, hendaknya kita bersyukur, rendah hati, dan menggunakan harta tersebut di jalan kebaikan. Jangan sampai harta menjadikan kita sombong dan lupa diri, karena Allah membenci orang-orang yang sombong dan angkuh.
Sebaliknya, marilah kita menjadi hamba-hamba yang selalu bersyukur, yang ketika diberikan nikmat justru semakin dekat kepada Allah, semakin dermawan kepada sesama, dan semakin rendah hati. Karena sesungguhnya, kebahagiaan yang hakiki bukanlah terletak pada banyaknya harta, melainkan pada ketenangan hati dan keridhaan Allah atas diri kita. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan angkuh, serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur. Aamiin.
📜 Ayat 74-78 — Al-Qasas
Terjemah — Al-Qasas 76
Surat Al-Qasas Ayat 76 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya…Surat Ayat 76/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 74–78. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








