Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Auliyā' (أَوْلِيَاءَ): jamak dari *waliy*, artinya penolong, pelindung, atau sesembahan yang dijadikan sandaran.
- Al-'Ankabūt (الْعَنْكَبُوتِ): laba-laba, serangga kecil yang dikenal membuat sarang dari jaring-jaring halus.
- Awahan (أَوْهَنَ): bentuk superlatif (paling lemah) dari kata *wahin*, artinya paling rapuh, paling lemah, dan paling tidak bermanfaat.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan sebuah perumpamaan yang sangat dalam dan penuh hikmah bagi orang-orang yang berakal. Beliau mengumpamakan orang-orang musyrik yang menjadikan berhala-berhala dan sesembahan selain Allah sebagai pelindung dan tempat bergantung, dengan seekor laba-laba betina yang membuat sarang untuk dirinya sendiri sebagai tempat berlindung dan berlindung dari bahaya.
Sarang laba-laba itu memang dibuat dengan susah payah, namun alangkah lemah dan rapuhnya sarang tersebut. Ia tidak mampu melindungi dari panasnya matahari, tidak bisa menahan dinginnya malam, tidak dapat menghalangi angin kencang, bahkan tidak sanggup menahan tetesan air hujan. Sekali tersentuh sedikit saja, sarang itu mudah robek dan hancur. Sungguh, selemah-lemahnya tempat berlindung adalah sarang laba-laba.
Demikianlah keadaan orang-orang musyrik yang menjadikan berhala-berhala sebagai penolong dan pelindung. Mereka berharap berhala-berhala itu dapat memberikan manfaat, menolak mudarat, atau memberikan syafaat di hari kiamat. Padahal, berhala-berhala itu hanyalah benda mati yang tidak mendengar, tidak melihat, tidak mampu menolong diri mereka sendiri, apalagi menolong orang lain. Mereka tidak memiliki kekuatan untuk memberi manfaat maupun menolak bahaya sedikit pun.
Seandainya orang-orang musyrik itu mengetahui hakikat yang sebenarnya, niscaya mereka tidak akan pernah menjadikan berhala-berhala itu sebagai sesembahan dan pelindung. Namun karena kebodohan dan kefanaan mereka, mereka tetap saja menyembah sesuatu yang tidak berdaya sama sekali.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perumpamaan ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Betapa banyak manusia di zaman sekarang yang menjadikan selain Allah sebagai sandaran hidup mereka—harta, jabatan, pangkat, kekuasaan, atau bahkan sesama manusia. Mereka menggantungkan harapan dan ketakutan kepada makhluk yang lemah, sebagaimana laba-laba yang menggantungkan hidupnya pada sarang yang rapuh.
Padahal, hanya Allah-lah tempat bergantung yang sejati. Dialah Yang Maha Kuat, Maha Kaya, dan Maha Menolong hamba-hamba-Nya yang beriman. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu memberikan manfaat atau menolak mudarat kecuali dengan izin Allah. Maka, marilah kita jadikan Allah sebagai satu-satunya pelindung dan penolong kita. Sandarkanlah segala urusan kita hanya kepada-Nya, karena Dialah sebaik-baiknya Pelindung dan sekuat-kuatnya Penolong.
Semoga Allah membukakan hati kita untuk selalu bertawakal hanya kepada-Nya dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Aamiin.
📜 Ayat 39-43 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 41
Surat Al-'Ankabut Ayat 41 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba…Surat Ayat 41/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 39–43. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








