Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- حَاصِبًا (Hashiban): Angin yang membawa batu-batu kecil atau kerikil yang ditimpakan sebagai azab.
- الصَّيْحَةُ (Ash-Shaihah): Suara keras yang mengguntur dan membinasakan.
- خَسَفْنَا (Khasafna): Kami benamkan ke dalam bumi.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba-hamba Allah yang beriman, perhatikanlah dengan penuh keinsafan bagaimana Allah memperlakukan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa Dia telah menghukum setiap golongan dari mereka sesuai dengan dosa dan kezaliman yang mereka lakukan. Tidak ada satu pun yang luput dari keadilan-Nya, dan tidak ada satu pun yang dihukum tanpa alasan yang benar.
Di antara mereka, ada yang Allah azab dengan mengirimkan angin kencang yang membawa batu-batu kecil dari tanah liat yang terbakar, yaitu kaum Nabi Luth 'alaihissalam yang tenggelam dalam perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun sebelumnya. Ada pula yang dibinasakan dengan suara keras yang mengguntur, yaitu kaum Tsamud (kaum Nabi Shalih) dan kaum Syu'aib yang mendustakan kebenaran dan berlaku zalim di muka bumi. Ada yang Allah benamkan ke dalam bumi beserta harta dan rumahnya, seperti Qarun yang sombong dengan kekayaannya dan berkata bahwa kekayaan itu diperolehnya semata-mata karena ilmunya. Dan ada pula yang Allah tenggelamkan di lautan, seperti kaum Nabi Nuh yang menolak dakwah ayah mereka sendiri, serta Fir'aun dan bala tentaranya yang mengaku dirinya sebagai tuhan dan berbuat sewenang-wenang di bumi.
Saudaraku seiman, inilah pelajaran berharga bagi kita semua. Allah tidak pernah menzalimi hamba-hamba-Nya sedikit pun. Dia tidak akan menghancurkan suatu kaum karena dosa orang lain. Akan tetapi, merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri dengan terus-menerus bermaksiat, mendustakan kebenaran, dan menyembah selain Allah meskipun telah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata.
Renungkanlah wahai jiwa yang tenang! Bagaimana mungkin Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang membiarkan kezaliman berlangsung tanpa balasan? Sungguh, keadilan Allah adalah keadilan yang sempurna. Setiap jiwa akan menuai apa yang telah ia tanam. Maka janganlah kita termasuk orang-orang yang menzalimi diri sendiri dengan berpaling dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Mari kita jadikan kisah-kisah ini sebagai cermin, agar kita senantiasa berada di jalan yang lurus, jalan yang diridhai Allah, dan menjauhkan diri dari segala perbuatan yang dapat mengundang murka-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menghukum siapa pun yang Dia kehendaki, namun Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya. Pintu tobat selalu terbuka selama nyawa masih di kerongkongan. Maka bersegeralah kembali kepada Allah, niscaya Dia akan menerima tobat kita dengan kasih sayang-Nya yang tiada batas.
📜 Ayat 38-42 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 40
Surat Al-'Ankabut Ayat 40 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di…Surat Ayat 40/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 38–42. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








