Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- al-Amtsāl (الأمثال): bentuk jamak dari *matsal*, yaitu perumpamaan atau permisalan yang menggambarkan suatu keadaan agar mudah dipahami.
- Naḍribuhā (نضربها): Kami jadikan sebagai perumpamaan; artinya Allah menetapkan dan menyampaikan perumpamaan-perumpamaan tersebut.
- Ya'qiluhā (يعقلها): memahaminya dengan akal yang sehat dan merenungkannya dengan sungguh-sungguh.
- al-'Ālimūn (العالمون): orang-orang yang berilmu, yang memahami syariat Allah dan hikmah-hikmah-Nya.
Tafsir Ayat:
Allah Ta'ala menyebutkan bahwa perumpamaan-perumpamaan yang Dia sampaikan di dalam Al-Qur'an—seperti perumpamaan tentang orang-orang musyrik yang menjadikan berhala sebagai pelindung, yang digambarkan seperti laba-laba yang membangun rumah yang sangat rapuh—adalah perumpamaan yang Dia tetapkan untuk seluruh umat manusia. Tujuannya adalah agar mereka mengambil pelajaran, merenungkan kebenaran, dan kembali kepada jalan yang lurus. Perumpamaan-perumpamaan ini disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan manusia, agar hati menjadi terbuka dan akal menjadi jernih dalam menerima kebenaran.
Namun, tidak semua orang mampu memahami hikmah di balik perumpamaan-perumpamaan ini. Hanya orang-orang yang berilmu—yang mengenal Allah, memahami ayat-ayat-Nya, dan merenungkan syariat-Nya—yang dapat menangkap maksud dan faedahnya. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan akalnya untuk berpikir, hatinya untuk merenung, dan kemudian mengamalkan apa yang mereka pahami dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menjauhi kemurkaan Allah dan berusaha menaati perintah-Nya.
Ayat ini mengajarkan bahwa ilmu bukan sekadar pengetahuan di kepala, tetapi ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengantarkan pemiliknya kepada ketakwaan, kesadaran akan kebesaran Allah, dan keinginan untuk selalu dekat kepada-Nya.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya Al-Qur'an ini! Di dalamnya Allah menurunkan perumpamaan-perumpamaan yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Allah tidak ingin kita tersesat, maka Dia memberikan petunjuk melalui contoh-contoh yang mudah dicerna. Namun, semua itu hanya akan dipahami oleh hati yang bersih dan akal yang mau berpikir.
Maka jadilah bagian dari orang-orang yang berilmu—bukan sekadar pandai berbicara, tetapi pandai merenung dan mengambil pelajaran. Setiap ayat yang kita baca, setiap perumpamaan yang Allah sampaikan, semuanya adalah undangan untuk mendekat kepada-Nya. Jangan biarkan hati kita menjadi keras dan akal kita menjadi malas untuk berpikir. Karena orang yang berilmu adalah orang yang paling takut dan cinta kepada Allah, dan dengan ilmunya ia akan selamat di dunia dan akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berilmu, yang memahami perumpamaan-perumpamaan Al-Qur'an, dan yang mengamalkannya dengan penuh keikhlasan. Aamiin.
📜 Ayat 41-45 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 43
Surat Al-'Ankabut Ayat 43 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang…Surat Ayat 43/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 41–45. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








