Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ḥaraman Āminan: Tanah suci yang dijadikan tempat aman, yaitu kota Mekkah yang Allah jadikan sebagai kawasan yang dilindungi dan tidak boleh diganggu.
- Yutakhaṭṭafu: Dirampas, diculik, dan diteror. Maksudnya orang-orang di luar Mekkah saling menyerang, merampas harta, menawan manusia, dan membunuh satu sama lain.
- Al-Bāṭil: Segala sesuatu yang batil, yaitu berhala-berhala dan sesembahan selain Allah yang tidak memberi manfaat maupun mudarat.
- Ni‘matullāh: Nikmat Allah yang agung, yaitu keamanan di tanah haram, diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, dan agama Islam.
Tafsir Ayat:
Allah mengingatkan kaum musyrik Quraisy dengan pertanyaan yang menggugah hati nurani mereka: Tidakkah mereka memperhatikan dan merenungkan bahwa Allah telah menjadikan kota Mekkah sebagai tanah haram yang aman? Di dalamnya, penduduknya hidup tenteram, harta benda mereka terjaga, dan darah mereka tidak boleh ditumpahkan. Padahal di sekeliling mereka, bangsa Arab saling menyerang, merampas, membunuh, dan menawan satu sama lain. Suku-suku di luar Mekkah hidup dalam ketakutan dan kekacauan, sementara penduduk Mekkah menikmati keamanan yang luar biasa—padahal mereka bukanlah kaum yang paling kuat atau paling banyak jumlahnya. Ini adalah bukti nyata kekuasaan dan rahmat Allah yang khusus diberikan kepada mereka.
Namun ironisnya, setelah menerima nikmat yang begitu besar, mereka justru beriman kepada kebatilan—berhala-berhala yang tidak mampu memberikan manfaat maupun menolak mudarat—dan mengingkari nikmat Allah yang telah menyelamatkan dan memuliakan mereka. Mereka tidak mensyukuri nikmat keamanan itu dengan beribadah hanya kepada Allah, bahkan mereka menolak kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ dan berpaling dari Islam yang merupakan puncak segala nikmat.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, renungkanlah! Betapa besar kasih sayang Allah kepada penduduk Mekkah saat itu, dan betapa besarnya nikmat yang kita rasakan hari ini. Keamanan adalah nikmat yang sering kali kita lupakan, padahal ia adalah fondasi kehidupan. Ketika kita melihat negeri-negeri lain dilanda perang, kekacauan, dan ketakutan, sementara kita hidup dalam keadaan aman, itu semua adalah karunia Allah yang tiada tara.
Janganlah kita menjadi seperti kaum Quraisy yang mengingkari nikmat Allah. Mereka diberikan keamanan, namun memilih beriman kepada kebatilan. Kita diberikan Islam dan iman, lalu mengapa kita masih berpaling dari Allah? Mari kita syukuri setiap nikmat Allah dengan cara yang paling utama: beriman kepada-Nya, mentaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Karena sesungguhnya, nikmat yang tidak disyukuri akan hilang, dan keamanan yang tidak dijaga dengan ketaatan akan berubah menjadi ketakutan.
Allah telah membuka pintu hati kita untuk mengenal Islam. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Jadikanlah setiap nafas kita sebagai ungkapan syukur, dan setiap langkah kita sebagai bukti cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena hanya dengan iman dan syukur, kehidupan ini akan terasa indah, aman, dan diberkahi.
📜 Ayat 65-69 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 67
Surat Al-'Ankabut Ayat 67 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan…Surat Ayat 67/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 65–69. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








