Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- لِيَكْفُرُوا (liyakfuruu): agar mereka mengingkari.
- بِمَا آتَيْنَاهُمْ (bimaa aatainaahum): terhadap apa yang telah Kami berikan kepada mereka berupa nikmat-nikmat.
- وَلِيَتَمَتَّعُوا (waliyatamatta'uu): dan agar mereka bersenang-senang (menikmati kehidupan dunia).
- فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (fasawfa ya'lamuun): maka kelak mereka akan mengetahui (akibat buruk perbuatan mereka).
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini melanjutkan gambaran tentang perilaku orang-orang musyrik yang kontradiktif. Ketika mereka berada di tengah lautan dan ombak menggunung, serta bahaya tenggelam mengancam jiwa, mereka dengan tulus hanya berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah semata, meninggalkan segala sesembahan mereka yang lain. Namun, ketika Allah Yang Maha Penyayang menyelamatkan mereka dan mengantarkan mereka ke daratan yang aman, mereka segera melupakan pertolongan itu dan kembali lagi kepada kesyirikan serta kemusyrikan mereka.
Perilaku ini menunjukkan betapa dangkalnya keimanan mereka dan betapa ingkar hatinya mereka terhadap nikmat Allah. Mereka melakukan semua ini untuk mengingkari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka—baik nikmat keselamatan, kesehatan, harta, maupun jiwa—dan agar mereka dapat bersenang-senang menikmati kehidupan dunia yang fana ini dengan sesuka hati mereka. Padahal, sesungguhnya semua kenikmatan itu adalah ujian dari Allah, bukan tanda bahwa Allah meridhai mereka.
Akan tetapi, Allah Yang Maha Bijaksana tidak akan membiarkan mereka terus-menerus dalam kesesatan. Oleh karena itu, Allah mengancam mereka dengan firman-Nya: "Maka kelak mereka akan mengetahui" —yakni mereka akan merasakan akibat buruk dari kekufuran dan kemaksiatan mereka. Mereka akan mengetahui dengan yakin ketika ajal menjemput, atau ketika azab Allah turun di dunia, dan terutama ketika mereka menghadapi siksa yang pedih di akhirat nanti. Pada saat itu, penyesalan tidak lagi berguna, dan semua kenikmatan yang mereka rasakan di dunia tidak akan mampu menolong mereka sedikit pun.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Betapa banyak di antara kita yang mengingat Allah hanya ketika ditimpa kesulitan, lalu melupakan-Nya ketika berada dalam kelapangan? Padahal, orang yang beriman sejati adalah yang selalu bersyukur kepada Allah dalam keadaan senang maupun susah. Nikmat keselamatan, kesehatan, dan rezeki yang kita rasakan setiap hari adalah bukti kasih sayang Allah kepada kita. Maka, janganlah kita menjadi hamba yang ingkar dan lupa diri. Mari kita jadikan setiap nikmat yang Allah berikan sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya, bukan justru menjauhkan diri dari-Nya. Ingatlah, kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah kampung yang kekal. Sungguh beruntung orang yang menggunakan nikmat Allah untuk taat, dan celakalah orang yang menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan tidak termasuk golongan yang merugi. Aamiin.
📜 Ayat 64-68 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 66
Surat Al-'Ankabut Ayat 66 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka…Surat Ayat 66/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 64–68. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








