Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- حَاجَّكَ : Berdebat atau berbantah denganmu secara keras dan terus-menerus.
- نَدْعُ : Kita ajak dan kumpulkan.
- أَبْنَاءَنَا : Anak-anak lelaki kami.
- نِسَاءَنَا : Perempuan-perempuan kami (istri-istri dan kaum wanita kami).
- أَنفُسَنَا : Diri-diri kami (orang-orang yang paling dekat dan terhormat di antara kami).
- نَبْتَهِلْ : Bersungguh-sungguh dalam berdoa, merendahkan diri, dan mencurahkan permohonan kepada Allah.
- لَعْنَتَ اللَّهِ : Kutukan dan azab Allah yang dijatuhkan kepada orang yang berdusta.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, jika ada di antara Ahli Kitab, khususnya kaum Nasrani Najran, yang masih terus membantahmu tentang hakikat Nabi Isa 'alaihissalam setelah engkau sampaikan kebenaran yang jelas dan ilmu yang pasti—bahwa Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya, dan bukan anak Allah—maka janganlah engkau berdebat dengan mereka lebih jauh. Allah memerintahkanmu untuk mengajak mereka kepada penyelesaian yang agung dan tegas: *mubahalah*.
Katakanlah kepada mereka: "Marilah kita kumpulkan anak-anak lelaki kami dan anak-anak lelaki kalian, perempuan-perempuan kami dan perempuan-perempuan kalian, serta diri-diri kami dan diri-diri kalian. Kemudian kita semua bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah dengan merendahkan diri, agar kutukan dan azab Allah ditimpakan kepada pihak yang berdusta di antara kita dalam perkara Isa ini."
Ayat ini adalah bukti nyata kebenaran Islam dan kejujuran Rasulullah ﷺ. Beliau dengan penuh keyakinan dan keberanian mengajak mereka menghadapi doa bersama, padahal beliau adalah orang yang paling benar. Sementara mereka, kaum Nasrani, mengetahui kebenaran itu namun enggan menerimanya karena kesombongan. Ketika Rasulullah ﷺ mengajak mereka ke *mubahalah* ini, mereka justru mundur dan takut, karena mereka tahu bahwa jika yang diajak berdoa adalah seorang nabi yang jujur, maka kutukan akan menimpa pihak yang berdusta.
Ayat ini juga menunjukkan kemuliaan Ahlul Bait Rasulullah ﷺ, karena beliau membawa serta putra-putranya (Hasan dan Husain), putrinya (Fatimah az-Zahra), dan sepupunya (Ali bin Abi Thalib) sebagai bentuk keseriusan dan keyakinan penuh akan kebenaran yang beliau bawa.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa agungnya kebenaran Islam. Kebenaran tidak perlu takut diuji, bahkan dengan doa bersama sekalipun. Islam adalah agama yang penuh keyakinan, bukan keraguan. Ketika kita berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, hati kita akan tenang dan yakin, karena Allah selalu membela hamba-hamba-Nya yang jujur dan ikhlas.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran untuk selalu berani membela kebenaran, tidak takut menghadapi perdebatan, dan senantiasa bersandar kepada Allah dalam setiap urusan. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang benar dan jujur. Dan ketahuilah, kebenaran Islam akan selalu menang, sebagaimana Allah telah memenangkan hujjah Rasul-Nya atas para pembantah yang sombong.
📜 Ayat 59-63 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 61
Surat Ali Imran Ayat 61 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang…Surat Ayat 61/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 59–63. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








