Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Dā'iyan (دَاعِيًا): Orang yang menyeru dan mengajak.
- Bi-idznihi (بِإِذْنِهِ): Dengan izin, perintah, dan takdir Allah.
- Sirājan munīran (سِرَاجًا مُّنِيرًا): Lampu yang bercahaya terang dan menerangi sekelilingnya.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi yang mulia, sesungguhnya Allah mengutusmu sebagai penyeru yang mengajak seluruh umat manusia kepada agama Allah, yaitu tauhid dan keikhlasan beribadah hanya kepada-Nya. Engkau menyeru mereka dengan izin Allah, bukan dengan kehendakmu sendiri, melainkan dengan perintah, taufik, dan kemudahan dari-Nya. Engkau juga diutus sebagai *sirāj munīr* — pelita yang menerangi — sebagaimana lampu menerangi kegelapan malam. Maka barang siapa yang berpegang kepada petunjukmu, ia akan keluar dari kegelapan kebodohan, kesyirikan, dan kesesatan menuju cahaya iman, ilmu, dan amal saleh. Cahaya kenabianmu tampak jelas bagaikan matahari di siang hari; tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang keras kepala dan membangkang.
Sebagai pelita yang menerangi, engkau menunjukkan jalan yang lurus, menjelaskan yang halal dan yang haram, serta menjadi teladan terbaik bagi umat manusia. Maka beruntunglah orang-orang yang beriman kepadamu, mengikuti petunjukmu, dan menjadikanmu sebagai cahaya dalam setiap langkah kehidupannya. Mereka akan berjalan di atas jalan yang terang-benderang menuju ridha Allah dan surga-Nya yang penuh kenikmatan.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku, betapa agungnya kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah. Beliau diutus sebagai pelita yang menerangi jalan hidup kita. Maka sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah yang telah mengirimkan cahaya petunjuk ini untuk kita. Mari kita jadikan sunnah beliau sebagai penerang dalam setiap langkah kita — dalam ibadah, muamalah, dan akhlak kita sehari-hari. Karena siapa yang berpegang teguh kepada petunjuk beliau, maka ia tidak akan pernah tersesat selama-lamanya. Dan siapa yang berpaling darinya, maka ia akan terombang-ambing dalam kegelapan dunia yang menyesatkan. Marilah kita berlomba-lomba untuk meneladani akhlak beliau, karena Allah sendiri telah memuji akhlak beliau dalam firman-Nya: *"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung"* (QS. Al-Qalam: 4). Semoga kita semua termasuk umat yang dicintai Rasulullah ﷺ dan akan mendapatkan syafaatnya di hari kiamat kelak. Aamiin.
📜 Ayat 44-48 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 46
Surat Al-Ahzab Ayat 46 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan…Surat Ayat 46/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 44–48. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








