Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- "مَوْقُوفُونَ" (mauqufun): Ditahan atau dihentikan untuk dihisab, tidak bisa bergerak kemana-mana.
- "يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ الْقَوْلَ" (yarji'u ba'dhuhum ila ba'dhin al-qaul): Saling melempar ucapan dan berdebat satu sama lain.
- "اسْتُضْعِفُوا" (ustudh'ifu): Orang-orang yang dianggap lemah, yaitu para pengikut yang tertindas.
- "اسْتَكْبَرُوا" (istakbaru): Orang-orang yang sombong, yaitu para pemimpin dan pembesar yang menyesatkan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang sikap keras kepala orang-orang kafir yang menolak kebenaran. Mereka berkata dengan tegas: "Kami tidak akan pernah beriman kepada Al-Qur'an ini yang dibawa oleh Muhammad, dan kami juga tidak akan beriman kepada kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Injil, dan Zabur." Dengan demikian, mereka telah mengingkari seluruh kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul-Nya, karena semua kitab itu membawa ajaran yang sama: tauhid dan iman kepada Allah serta hari akhir.
Kemudian Allah mengarahkan pandangan kepada Rasulullah ﷺ dan umatnya: "Seandainya engkau menyaksikan keadaan orang-orang zalim itu pada hari kiamat, ketika mereka ditahan di hadapan Tuhan mereka untuk dihisab, niscaya engkau akan melihat pemandangan yang sangat mengerikan dan menyedihkan." Pada saat itu, mereka saling berdebat dan melempar tanggung jawab satu sama lain. Orang-orang yang lemah dan menjadi pengikut berkata kepada para pemimpin mereka yang sombong: "Kalau bukan karena kalian yang menghalangi dan menyesatkan kami, niscaya kami sudah menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya."
Ayat ini menunjukkan betapa besarnya penyesalan di hari kiamat, namun penyesalan itu sudah tidak berguna lagi. Saat itu, setiap orang akan menyalahkan yang lain, tetapi tidak ada satu pun yang bisa menyelamatkan dirinya dari azab Allah.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh merugi orang-orang yang menolak kebenaran karena mengikuti hawa nafsu dan ajakan para pemimpin yang sesat. Mereka mengira bahwa dengan mengikuti para pembesar, mereka akan mendapat keuntungan, padahal justru mereka terjerumus ke dalam kesesatan yang membinasakan.
Wahai saudaraku, janganlah engkau biarkan dirimu terpengaruh oleh orang-orang yang menghalangimu dari jalan Allah. Berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan sunnah, karena keduanya adalah petunjuk yang tidak akan menyesatkan. Jangan sampai engkau menjadi pengikut buta yang hanya ikut-ikutan tanpa memahami kebenaran, lalu pada hari kiamat nanti engkau menyesali keputusanmu dan tidak ada lagi kesempatan untuk kembali.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita, karena di dalamnya terdapat cahaya petunjuk yang menerangi jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Jangan biarkan kesombongan dan keangkuhan menghalangi kita untuk tunduk kepada kebenaran, karena kesombongan adalah penghalang terbesar menuju iman. Semoga Allah melindungi kita dari sikap orang-orang kafir dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Aamiin.
📜 Ayat 29-33 — Saba
Terjemah — Saba 31
Surat Saba Ayat 31 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang kafir berkata: "Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada…Surat Ayat 31/54 — Saba سبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Saba Dengarkan, Saba Terjemah, Saba mp3, Saba pdf. Ayat 29–33. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








